Viral Aksi Unik Wisudawati Rayakan Lulus dengan Nyawer dan Diarak Sisingaan

calendar_today 28.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Momen wisuda biasanya diwarnai dengan keharuan dan foto formal. Namun berbeda dengan wisudawati yang viral di media sosial ini. Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, @its.dayoen, wanita tersebut mencuri perhatian publik setelah merayakan kelulusannya dengan cara yang terbilang unik dan meriah, yakni menaiki tradisi kesenian Sisingaan di area kampus.

Dalam video unggahannya, wisudawati berhijab ini tampil anggun mengenakan kebaya berwarna merah muda terang yang dipadu dengan toga dan kalung samir. Sambil ditandu di atas patung singa khas Jawa Barat oleh beberapa penandu, ia tampak semringah dan ceria menyapa serta menyebarkan uang kertas ke arah kerumunan teman-teman dan pengunjung yang memadati lokasi perayaan.

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi kreatif dan menghibur tersebut tak pelak langsung memancing beragam reaksi positif dari warganet. Banyak netizen yang memuji keberaniannya membawa unsur kebudayaan lokal ke dalam momen puncak kelulusan akademisnya, sekaligus menjadikan prosesi wisuda terasa lebih berkesan dan penuh sukacita.

Unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 123 ribu kali dan mendapatkan banjir komentar dari warganet.

"Jadi pengen lanjut S2, biar bisa selebrasi kek gini😭😭," kata pengguna Instagram @hayydiah_.

"Seru juga y? Zaman saya pas sunatan doang ada sisingaan," saut akun @delondel80.

"Kuliah lagi apa yh gwejh? Biar bisa naik sisingaan pas wisuda😭," timpal akun @menisbyun.


Konfirmasi Wolipop

Aksi unik wisudawati viral usai merayakan kelulusan dengan naik Sisingaan di kampus. Momen ini menuai pujian.Aksi unik wisudawati viral usai merayakan kelulusan dengan naik Sisingaan di kampus. Momen ini menuai pujian. Foto: Dok. Instagram @bantenesiapro & @its.dayoen.

Wolipop sudah mewawancarai Dian Noviana, biasa dipanggil Dian. Wanita 24 tahun dan tinggal di Curug, Kota Serang, Banten ini baru saja menyelesaikan pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan, konsentrasi Seni Tari.

Latar belakang pendidikannya tersebut menjadi alasan utama di balik aksi viral ini. Dian mengungkapkan bahwa ia ingin merayakan momen kelulusannya dengan sesuatu yang dekat dengan passion dan jiwanya.

"Sebenarnya, ide untuk menggunakan Sisingaan ini muncul karena saya memang sehari-hari dekat dengan dunia seni, khususnya seni tari. Jadi ketika memikirkan bagaimana cara merayakan wisuda, saya merasa ingin merayakannya dengan sesuatu yang memang dekat dengan diri saya dan sesuatu yang saya cintai, yaitu seni dan budaya," ungkap Dian saat diwawancarai oleh Wolipop.

Aksi unik wisudawati viral usai merayakan kelulusan dengan naik Sisingaan di kampus. Momen ini menuai pujian.Aksi unik wisudawati viral usai merayakan kelulusan dengan naik Sisingaan di kampus. Momen ini menuai pujian. Foto: Dok. Instagram @bantenesiapro & @its.dayoen.

Bagi wanita yang lulus pada Minggu, 30 Agustus 2026 ini, wisuda bukan sekadar seremoni penerimaan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), melainkan puncak dari perjuangan panjang yang penuh lika-liku.

"Bagi saya, wisuda itu bukan hanya tentang mendapatkan gelar setelah menyelesaikan pendidikan. Ada perjalanan panjang di baliknya. Ada proses belajar, latihan, tugas, kegiatan, rasa capek, bahkan ada juga momen menangis karena menghadapi mata kuliah atau keadaan yang tidak mudah. Jadi saya ingin momen wisuda ini dirayakan dengan sesuatu yang punya makna dan bisa menjadi bagian dari cerita perjalanan saya," jelasnya.

Aksi wisda unik yang dibantu oleh Sanggar Bantenesia Production ini terbilang baru dan langka di lingkungan kampus Untirta. Tampil mencolok dengan kostum berwarna fuchsia dan menaiki patung singa kuning terang, Dian menyita perhatian seluruh civitas akademika, tamu undangan, hingga netizen.

Tak hanya diarak, Dian juga melakukan aksi menyebar uang (saweran) dari atas Sisingaan. Aksi ini menurutnya bukan sekadar untuk keramaian semata, melainkan wujud rasa syukur atas kelulusannya.

"Di atas Sisingaan saya juga memberikan saweran. Bagi saya, saweran itu bukan hanya bagian dari kemeriahan acara, tetapi lebih kepada bentuk rasa syukur. Karena setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya saya bisa benar-benar menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)," tuturnya.

Melalui perayaan unik ini, Dian ingin menyampaikan pesan kuat kepada sesama generasi muda agar tidak ragu mengekspresikan tradisi di era modern.

"Saya ingin menunjukkan bahwa budaya itu masih sangat bisa dibawa ke dalam kehidupan generasi muda sekarang. Kita hidup di zaman yang serba modern dan dekat dengan teknologi, tetapi bukan berarti kita harus menjauh dari budaya sendiri," tegasnya.

"Makanya saya punya kalimat yang cukup saya pegang, yaitu 'Gen-Z Berbudaya, Gen-Z Berkarya, Gen-Z Stay Menyala.' Saya ingin menunjukkan bahwa menjadi Gen-Z itu boleh modern, boleh kreatif, boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap punya rasa bangga terhadap budaya sendiri," tambah Dian.

Di balik selebrasinya yang meriah, Dian merupakan sosok mahasiswa aktif yang bertabur prestasi. Ia tercatat pernah menyabet gelar Teteh Seni Berbakat 2022 dan Puteri Tari Provinsi Banten 2023. Karya tari ciptaannya bahkan pernah mendapat kehormatan untuk dipentaskan di Universitas Indonesia (UI) dalam ajang Hari Tenun Nasional dan 3 Tahun Bakul Budaya FIB UI.

Selain aktif di panggung seni dan perlombaan, warga Curug, Kota Serang ini juga membuktikan kemandiriannya dengan meraih Beasiswa Bank Indonesia untuk meringankan beban orang tua.

"Jujur, saat berada di atas Sisingaan, rasanya campur aduk. Saya senang, bangga, terharu, dan bersyukur. Saya jadi teringat lagi bagaimana perjuangan selama kuliah... Keringat, air mata, waktu, tenaga, bahkan ide-ide yang selama ini saya keluarkan untuk berkarya, akhirnya mendapatkan sebuah momen yang menurut saya luar biasa," kenangnya emosional.

Dian berharap momen wisudanya ini dapat menginspirasi anak muda lain untuk terus melestarikan warisan budaya dengan cara yang relevan.

"Saya ingin generasi muda sekarang bisa membawa budaya dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan kita. Tidak harus selalu dengan cara yang sama seperti dulu. Bisa melalui seni, media sosial, fashion, pertunjukan, musik, atau berbagai bentuk kreativitas lainnya. Karena budaya akan tetap hidup kalau ada generasi yang mau mengenal, mencintai, dan terus membawanya," tutup Dian.

(gaf/eny)