REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan operator bandara asal India, GMR, berencana memperluas investasinya di Indonesia setelah berinvestasi di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara. Indonesia dinilai menjadi salah satu mitra strategis India di kawasan ASEAN dengan prospek pertumbuhan sektor penerbangan yang masih besar.
Business Chairman, International Airports and Energy GMR Srinivas Bommidala mengatakan, hubungan Indonesia dan India semakin erat setelah saling kunjung antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto.
"Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN. Karena itu kami berkomitmen memperluas investasi di sana," ujar Bommidala dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Menurut Bommidala, investasi GMR di Bandara Internasional Kualanamu merupakan langkah awal untuk memperkuat kehadiran perusahaan di Indonesia. Ia mengatakan, GMR ingin menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah disepakati kedua negara.
"Meski telah berinvestasi di Indonesia melalui Bandara Kualanamu Medan, hal itu kami nilai perlu diperluas," kata Bommidala.
Ia menilai Indonesia memiliki posisi penting bagi India, tidak hanya karena hubungan bilateral yang terus berkembang, tetapi juga karena ikatan sejarah kedua negara yang telah terjalin sejak lama.
"Karena misi kami adalah membangun platform penerbangan internasional yang terintegrasi dan tentu saja Indonesia sangat penting," ujarnya.
Selain di Indonesia, GMR juga mengembangkan bisnis pengelolaan bandara di sejumlah negara, seperti Filipina dan Yunani. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan terlibat dalam peningkatan operasional berbagai bandara internasional.
Terbaru, GMR membangun Bandara Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram, India, yang diresmikan Perdana Menteri Narendra Modi. Bandara tersebut diproyeksikan menjadi salah satu gerbang yang menghubungkan Asia Selatan dan Asia Tenggara.
"Bandara yang dibangun dalam waktu dua tahun lima bulan ini merupakan bandara greenfield yang kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya," ujar Bommidala.
Di Indonesia, GMR mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu melalui perusahaan patungan bersama PT Angkasa Pura Indonesia. Sementara di Yunani, GMR bermitra dengan pemerintah Yunani dan GEK Terna dalam pengembangan Bandara Heraklion di Pulau Kreta, serta memberikan layanan konsultasi teknis untuk Bandara Internasional Mactan-Cebu di Filipina.
Saat ini GMR mengoperasikan sembilan bandara dengan total rata-rata 121 juta penumpang per tahun.
"Saat ini, GMR terlibat dalam operasional sembilan bandara dengan jumlah penumpang mencapai rata-rata 121 juta penumpang. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu operator bandara terbesar di dunia," kata Bommidala.