Jakarta -
Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga punya love language atau bahasa cinta yang penting untuk dipahami. Love language mulanya digagas oleh Dr.Gary Chapman.
Dalam bukunya yang berjudul The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate, Gary Chapman memaparkan adanya love language yang digunakan manusia dalam mengekspresikan cinta. Dalam hal ini, Chapman kemudian mengkategorikan bahasa cinta menjadi lima.
Kelima love language tersebut adalah words of affirmation (pujian atau kata-kata penuh kasih), act of service (melakukan sesuatu yang menunjukkan kepedulian terhadap seseorang), receiving gifts (menerima hadiah), quality time (waktu berkualitas), dan physical touch (sentuhan fisik).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, konon ada mengatakan bahwa urutan kelahiran mungkin dapat mengungkap banyak hal tentang bahasa cinta. Apakah itu words of affirmation, quality time, physical touch, acts of service atau receiving gifts?
“Peran dalam keluarga, ekspektasi, serta hubungan dengan orang tua dan saudara kandung dapat membentuk cara anak memandang dan mengungkapkan kasih sayang, karena sosok pengasuh yang memberikan kita acuan dasar mengenai cara menerima kasih sayang,” jelas Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., seorang psikolog berlisensi di Amerika Serikat, dikutip dari Parade.
Apakah cocok dengan Si Kecil di rumah? Cari tahu selengkapnya dalam artikel kali ini yuk, Bunda.
Meski Si Sulung dikenal sebagai 'si paling kuat', sebenarnya apa sih love language mereka? Berikut penjelasannya:
Anak sulung sering kali secara otomatis berperan sebagai penjaga adik-adiknya atau 'pengasuh' kecil. Menurut psikolog klinis di Amerika Serikat, Dr. Hannah Yang, Psy.D., sebagai anak sulung, mereka cenderung memikul tanggung jawab atas adik-adiknya serta membantu pekerjaan rumah dan urusan keluarga.
"Dalam urutan kelahiran, merekalah yang paling mungkin mengembangkan pola di mana mereka merasa dicintai saat melakukan tindakan pelayanan bagi keluarga," kata Yang.
Untuk mengungkapkannya pada Si Kecil, Bunda bisa kerjakan salah satu pekerjaan rumah mereka, ajari mereka cara melakukan sesuatu seperti merajut atau memasak. Bunda juga bisa melakukan tindakan sederhana seperti bawakan mereka minuman dan camilan tanpa diminta.
Anak sulung sering kali memegang peran kepemimpinan dan menghadapi standar yang tinggi. Menurut McGeehan, penguatan positif bisa sangat bermakna bagi mereka. Selain itu, anak sulung sering kali mendapatkan pujian secara lisan, sehingga mereka mengaitkan kata-kata peneguhan tersebut dengan rasa kasih sayang.
Cara mengungkapkannya, Bunda bisa selipkan pesan manis di kotak bekal atau tempelkan di cermin mereka. Bunda bisa perhatikan perilaku positif serta kelebihan mereka, lalu ungkapkan apresiasi secara lisan. Tidak malu untuk ucapkan "Aku sayang kamu" terlebih dahulu dan sering-seringlah mengatakannya.
Anak tengah meskipun tidak lebih muda dari si bungsu, kenyataannya seringkali prioritasnya tersisihkan dengan anak bungsu. Lantas untuk memenuhi tangki cintanya, apa love language anak tengah? Berikut penjelasannya:
Quality time mungkin terdengar klise, tetapi ada benarnya, Bunda. Menurut Yang, anak tengah lebih mungkin terabaikan saat tumbuh dewasa dibandingkan anak sulung maupun bungsu.
"Dalam urutan kelahiran, merekalah yang paling mungkin tidak mendapatkan cukup waktu berkualitas bersama orang tua, sehingga saat mereka mendapatkannya, mereka benar-benar menikmatinya," ujar Yang.
Merekalah yang paling mungkin mendambakan momen kebersamaan tersebut. Cara mengungkapkannya bisa dengan cara yang sederhana yaitu meluangkan waktu bersamanya untuk pergi ke suatu tempat tanpa Si Sulung dan Si Bungsu atau jalan-jalan sore tanpa gangguan gadget.
McGeehan mengatakan bahwa emosi yang terbawa sejak masa kanak-kanak dapat memengaruhi cara anak tengah memaknai pemberian hadiah.
"Hadiah bisa menjadi pengingat nyata bahwa mereka dipikirkan dan diperhatikan. Hal ini sangat penting terutama jika mereka terkadang merasa kurang diperhatikan atau terbiasa menerima barang lungsuran," ungkapnya.
Cara mengungkapkannya bisa dengan mencari sesuatu yang benar-benar dipilih secara khusus berdasarkan kesukaan dan ketidaksukaan orang tersebut. Hal ini akan membantu anak tengah untuk merasa dilihat dan dihargai. Hadiahnya bisa sesederhana permen favorit mereka.
Giliran Si Bungsu, konon yang paling diperhatikan, tapi mereka juga penerima lungsuran para kakak. Apa love language anak bungsu? Berikut penjelasannya:
Anak bungsu sering kali dijuluki sebagai "bayi keluarga" bahkan jauh setelah mereka sudah besar. Terkadang, keluarga tahu bahwa mereka tidak akan menambah anak lagi, sehingga anak bungsu sangat disayangi dengan cara yang diungkapkan melalui sentuhan.
"Jika situasinya demikian, sentuhan fisik akan sangat bermakna bagi anak bungsu saat mereka dewasa," tutur Yang.
Cara sederhana mengungkapkannya seperti bergandengan tangan saat berjalan atau duduk berdekatan di sofa sambil berpelukan.
Sebagai Si Bungsu dalam keluarga, anak terakhir mungkin tumbuh dengan limpahan hadiah. Mereka mungkin terbiasa mendapatkan perhatian khusus, hadiah, dan barang-barang materi dari anggota keluarga lainnya saat tumbuh dewasa. Namun, bisa juga terjadi sebaliknya.
Ada kemungkinan juga Si Bungsu tidak pernah memiliki barang milik sendiri. Semuanya adalah barang lungsuran, baik itu pakaian maupun mainan. Oleh karena itu, beberapa anak bungsu sangat menghargai hadiah karena mereka merasa istimewa saat memiliki hadiah yang unik dan menjadi milik mereka sendiri.
Cara mengungkapkannya adalah dengan memberikan hadiah yang istimewa bagi mereka, walaupun sederhana tapi terkesan personal dan menunjukkan bahwa kita benar-benar kenal dengan mereka.
Itulah penjelasan tentang bahasa cinta sesuai dengan urutan kelahiran anak. Kalau Bunda dan Ayah sudah tahu apa love language Si Kecil? Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)