Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup turun mengikuti pelemahan mayoritas bursa kawasan Asia, di tengah pelaku pasar mencermati pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping.
IHSG ditutup melemah 56,72 poin atau 0,90 persen ke posisi 6.241,89. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,15 poin atau 0,34 persen ke posisi 621,11.
"Jelang akhir pekan ini, IHSG dan bursa regional Asia cenderung melemah. Pelaku pasar tampaknya terus memantau negosiasi AS dan China yang dapat membuka jalan bagi perjanjian perdagangan baru," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar mempertimbangkan perkembangan dari pertemuan antara Trump dan Xi Jinping di Washington, AS. Adapun, kecerdasan buatan (AI) menjadi topik utama selama pertemuan di Gedung Putih.
Sementara secara terpisah, Xi Jinping mendesak AS untuk secara eksplisit menentang kemerdekaan Taiwan.
Di sisi lain, pelaku pasar terus bergulat dengan masih tingginya harga minyak, yang semakin memicu tekanan inflasi, meskipun laporan bahwa AS dengan Iran tengah mempertimbangkan kesepakatan bertahap memberikan sedikit kelegaan dengan membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah militan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman meluncurkan rudal ke arah kota-kota Saudi, termasuk Yanbu dan Taif.
Di sisi lain, pelaku pasar tertekan oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Ekspektasi tersebut menyusul lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengekang inflasi.
John Williams dari New York Fed , mengatakan The Fed masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengendalikan inflasi, sementara Anna Paulson dari Philadelphia Fed, mengatakan beberapa pengetatan kebijakan tambahan yang moderat mungkin diperlukan.
Dari dalam negeri, volatilitas harga minyak mentah dunia menjadi perhatian pelaku pasar meskipun telah terjadi penurunan, namun demikian harga minyak dunia masih tinggi sehingga dampaknya terhadap fiskal.
Nico mengatakan kehati-hatian juga meningkat menjelang rilis data neraca perdagangan Agustus 2026 dan inflasi September 2026 pada pekan depan.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu dipimpin sektor industri yang turun sebesar 2,30 persen, diikuti oleh sektor infrastrukturi dan sektor properti yang turun masing-masing sebesar 2,03 persen dan 1,34 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu MBTO, SHID, TRUK, FORU, dan UVCR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni CTTH, NASI, NATO, KIOS dan KOKA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,58 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,20 miliar lembar saham senilai Rp9,37 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 587 saham menurun dan 254 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,45 persen ke 66.466,00, indeks Shanghai melemah 1,22 persen ke 3.888,37, indeks Hang Seng melemah 1,01 persen ke 24.510,09, indeks Kuala Lumpur melemah 0,04 persen ke 1.671,62 dan indeks Straits Times menguat 0,51 persen ke 5.712,24.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG melemah ikuti bursa Asia, pasar cermati pertemuan Trump-Jinping
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.