UNU Lampung hilirisasi teknologi pengering surya untuk pakan mandiri Gapoktan

calendar_today 11.08.2026 - person  - timer ~

Lampung Selatan (ANTARA) - Universitas Nahdlatul Ulama Lampung (UNU Lampung) melakukan hilirisasi teknologi Solar Tunnel Dryer (STD) untuk membantu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Taruna Desa Varia Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, memproduksi pakan ikan secara mandiri.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Hilirisasi Teknologi Solar Tunnel Dryer (STD) dalam Produksi Pakan Mandiri untuk Re-aktivasi Budidaya Ikan Mitra Gapoktan Desa Varia Agung.” dengan menyasar 20 anggota Gapoktan yang mengelola 10 unit kolam dengan komoditas ikan gurame dan lele.

Dosen S1 Teknik Elektro UNU Lampung Frendi Maulana, mengatakan ketergantungan terhadap pakan pabrikan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi mitra karena biaya pakan mencapai sekitar 55 hingga 65 persen dari total biaya operasional.

“Kondisi tersebut turut menyebabkan empat dari 10 kolam milik mitra tidak beroperasi,” kata Dosen S1 Teknik Elektro UNU Lampung Frendi Maulana, sebagaimana dikonfirmasi di Lampung Selatan, Selasa.

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong UNU Lampung menerapkan teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk menekan biaya produksi.

Salah satu sumber bahan baku yang tersedia di sekitar lokasi mitra adalah limbah kulit pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut berpotensi diolah menjadi bahan pendukung dalam produksi pakan ikan.

Tim UNU Lampung kemudian menerapkan Solar Tunnel Dryer sebagai teknologi pengeringan yang memanfaatkan energi matahari untuk membantu mitra mengolah kulit pisang melalui proses pengeringan yang lebih terkendali.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari rangkaian produksi pakan mandiri yang dilakukan bersama masyarakat. Bahan baku yang telah dikeringkan selanjutnya melalui proses penepungan, formulasi pakan, pencetakan pelet, pengeringan hingga pengemasan secara vakum.

“Tim juga memberikan pelatihan kepada anggota Gapoktan mengenai pengoperasian STD, formulasi pakan menggunakan metode Pearson Square, penggunaan mesin penepung dan pencetak pelet, pengemasan vakum, serta pencatatan biaya produksi dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP),” katanya.

Ia mengatakan keterlibatan masyarakat dilakukan secara langsung agar anggota Gapoktan tidak hanya menerima teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan, mengolah bahan baku dan memproduksi pakan secara mandiri.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem produksi pakan berbasis sumber daya lokal sekaligus mendukung keberlanjutan usaha budidaya ikan masyarakat.

Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan pendukung pakan juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Integrasi teknologi pengeringan, penepungan, formulasi, pencetakan pelet, pengemasan dan manajemen biaya memberikan dasar bagi mitra untuk mengembangkan produksi pakan secara lebih mandiri dan efisien.

Kegiatan PKM tersebut didukung hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2026 dengan total anggaran Rp40 juta.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat, UNU Lampung mendorong penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan produktif masyarakat desa.

Hilirisasi teknologi tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan, tetapi juga mendukung reaktivasi kolam yang tidak beroperasi serta memperkuat kemandirian dan keberlanjutan budidaya ikan di Desa Varia Agung.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNU Lampung hilirisasi pengering surya untuk pakan mandiri Gapoktan

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.