Untag Surabaya kembangkan Owly Quest untuk perluas ruang belajar - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 24.08.2026 - person  - timer ~

Surabaya (ANTARA) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan aplikasi berbasis gamifikasi, Owly Quest, yang memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui eksplorasi kampus dan lingkungan sekitar secara interaktif.

Pengembang Owly Quest, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman pengenalan kampus yang lebih interaktif bagi mahasiswa baru.

“Mahasiswa baru biasanya menerima informasi kampus dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kami ingin proses mengenal kampus tidak hanya melalui ceramah atau membaca informasi, tetapi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan,” katanya.

Melalui aplikasi tersebut, mahasiswa baru tidak hanya menerima informasi melalui ceramah atau panduan tertulis. Mereka diajak bergerak aktif dengan mendatangi sejumlah titik koordinat di area kampus, memecahkan tantangan, hingga mengumpulkan penghargaan digital.

Pengembangan Owly Quest berangkat dari pola pengenalan kehidupan kampus yang selama ini masih banyak menggunakan metode konvensional.

Gamifikasi digunakan untuk mendorong mahasiswa lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan sekaligus menyerap informasi melalui pengalaman langsung.

Konsep treasure hunt dalam Owly Quest memungkinkan pengguna mengikuti petunjuk untuk menemukan lokasi tertentu. Di setiap titik, terdapat tantangan yang harus diselesaikan sebelum pengguna melanjutkan permainan.

Owly Quest juga tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan orientasi mahasiswa baru, namun dikembangkan lebih luas sebagai sarana eksplorasi ruang publik yang dapat mengenalkan berbagai informasi tentang kampus, sejarah kota, budaya, lingkungan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Supangat, pengembangan Owly Quest tidak semata-mata berfokus pada jumlah pengguna, tetapi juga pada perubahan cara belajar di tengah perkembangan teknologi digital. Ruang belajar dapat diperluas ke lingkungan sekitar melalui pengalaman yang interaktif.

“Mimpi kami sederhana tetapi besar. Suatu saat orang bisa mengenal kampus, sejarah kota, budaya, lingkungan, hingga UMKM melalui satu pengalaman digital yang menyenangkan. Belajar tidak harus selalu di dalam kelas; sebuah kota pun bisa menjadi ruang belajar,” katanya.

Konsep tersebut membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM untuk menghadirkan pengalaman eksplorasi ruang publik yang edukatif.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.