Universitas Ciputra Surabaya bekali mahasiswa baru petakan kekuatan diri - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 31.08.2026 - person  - timer ~

Surabaya (ANTARA) - Universitas Ciputra (UC) Surabaya membekali mahasiswa baru dengan pemetaan kekuatan diri dan pengalaman industri melalui Orientation Week (O-Week) 2026 untuk memperkuat kesiapan kerja sejak awal perkuliahan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kesiapan Kerja, dan Kolaborasi Industri Universitas Ciputra, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata mengatakan kesiapan memasuki dunia profesional tidak seharusnya baru dibangun ketika mahasiswa mendekati kelulusan.

“Bagi kami, pendidikan tinggi bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa menyelesaikan studi dan memperoleh gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka menemukan potensinya, mengembangkan kompetensi yang relevan, serta memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia profesional,” ujarnya di Surabaya, Senin.

Menurut Trianggoro, UC menyiapkan tiga jalur sukses bagi mahasiswa setelah lulus, yakni memasuki dunia industri, membangun usaha rintisan (startup), serta melanjutkan bisnis keluarga.

“Tidak semua orang punya bisnis keluarga, tidak semua orang bisa startup. Karena itu, kita punya tugas besar mempersiapkan mereka untuk bisa masuk ke industri,” katanya.

UC juga mendorong mahasiswa mengikuti magang selama satu hingga dua semester serta mengembangkan program get hired before graduation agar mahasiswa dapat memperoleh pekerjaan sebelum wisuda.

“Kami kepengin banget nilai pengangguran lulusan Ciputra itu nol. Unemployment-nya kita kepengin nol, sebisa mungkin,” katanya.

Trianggoro menyebut berdasarkan tracer study, sekitar 90 persen lulusan UC telah bekerja, membangun usaha, atau melanjutkan bisnis keluarga. UC menargetkan angka tersebut meningkat hingga 100 persen.

Sementara itu, Dosen Pendamping Pelaksana O-Week 2026 UC Louisa Christina Hartanto mengatakan kegiatan tersebut menerapkan industry visit dan strength-based competency mapping. Industry visit berlangsung pada 24–27 Agustus 2026.

“Industry visit membuat adik-adik yang sebelumnya di level SMA terbiasa dengan pembelajaran di dalam kelas, kemudian diberi kesempatan melihat bagaimana situasi di industri dan perusahaan. Mereka juga berkenalan langsung dengan para praktisi,” ujar Louisa.

Selain kunjungan industri, mahasiswa baru diwajibkan mengikuti tes strength 30 untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri.

“Kami mewajibkan semua mahasiswa baru untuk mengikuti tes strength 30. Dari 30 kekuatan atau bakat mereka, kita tahu kita harus mengarahkan mereka ke mana,” katanya.

Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dikaitkan dengan minat, tujuan karier, dan dream company mahasiswa sehingga mereka dapat menyiapkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.