Unila: IICIS perkuat kolaborasi hadapi tantangan global

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Unila: IICIS perkuat kolaborasi hadapi tantangan global

Kamis, 24 September 2026 18:40 WIB

Image Print

Rektor Unila Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., memberikan sambutan pada kegiatan The 6th International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS) 2026, di Bandarlampung, Kamis (24/9/2026). ANTARA/HO-Unila

Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Lampung (Unila) menyebutkan bahwa gelaran The 6th International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS) 2026 yang diikuti 160 peserta yang berasal dari 11 negara, baik secara tatap muka maupun melalui ruang virtual sebagai upaya memperkuat kolaborasi interdisipliner guna menghadapi tantangan global.

"Gelaran IICIS ke-6 tahun ini mengangkat tema 'Advancing Blue-Green Development: Interdisciplinary Responses to Global Challenges'. Tema ini dirancang sebagai bentuk respons konkret terhadap kompleksitas tantangan global yang makin mendesak," kata Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.,di Bandarlampung, Kamis.

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar pilihan intelektual, melainkan respons terhadap kenyataan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, degradasi ekosistem pesisir, ketimpangan ekonomi, hingga transformasi digital tidak dapat dijawab oleh satu disiplin ilmu saja.

"Blue-green development merupakan paradigma pembangunan yang mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan dengan prinsip pembangunan hijau, ekonomi sirkular, dan keadilan sosial," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan pendekatan interdisipliner yang menghubungkan ilmu sosial, politik, ekonomi, hukum, komunikasi, lingkungan, hingga teknologi dalam merumuskan kebijakan yang responsif.

"Blue-green development mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak boleh memisahkan daratan dan lautan, pertumbuhan dan keberlanjutan, inovasi dan keadilan sosial. Kita dituntut merancang kebijakan, praktik bisnis, dan tata kelola yang mampu menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama komunitas pesisir," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Nebojša Koharovi yang turut hadir memberikan apresiasi atas konsistensi Unila dalam membangun kolaborasi akademik internasional.

Koharovi mengenang kembali awal kemitraan antara Kroasia dan Unila yang dimulai tujuh tahun lalu saat Lampung menjadi provinsi pertama yang ia kunjungi di awal masa tugasnya.

"Tujuh tahun lalu kami berada di ruangan yang berbeda, dengan sekitar sepuluh orang dari Kroasia dan beberapa wakil Unila. Saat itu kami memulai sesuatu yang belum diketahui ke mana arahnya," kata dia.

Ia menilai kolaborasi tersebut kini telah berkembang signifikan melampaui ekspektasi awal, hingga mampu memfasilitasi konferensi internasional dan program summer school berskala luas.

"Wadah ilmiah seperti ini sangat krusial di tengah dinamika hubungan internasional yang kian kompleks. Dampak kegiatan ini tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa dan generasi muda, sekaligus membangun dasar hubungan yang lebih luas antarnegara," kata dia.

Universitas Lampung (Unila) menggelar The 6th International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS) 2026 yang dirangkaikan dengan Summer School 2026 serta Rapat Kerja Nasional Development Studies Association (DSA) Indonesia di Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unila sebut IICIS perkuat kolaborasi hadapi tantangan global

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.