Undana melatih pelajar di Kupang olah limbah laut

calendar_today 13.10.2026 - person  - timer ~

Kupang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nusa Cendana (Undana) melatih siswa SMK Negeri 2 Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengolah limbah laut dan pasir pantai menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi melalui program MARINECO.

Ketua Tim PkM Undana, Jusuf R. Manilapai, di Kupang, Selasa mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali siswa dengan keterampilan praktis sekaligus mendorong tumbuhnya kewirausahaan berbasis potensi lokal pesisir.

“Melalui program MARINECO, kami menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi ecoresin untuk mengalihkan limbah laut menjadi produk kerajinan bernilai tambah. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan jiwa wirausaha, memberikan keterampilan praktis, serta meningkatkan kemandirian ekonomi siswa-siswi pesisir sejak dini,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung di SMKN 2 Kupang Barat, Desa Oematnunu, itu dipimpin Jusuf bersama dua anggota tim, yakni Stella Feska dan Adimas Bagus Fahturohman. Pelatihan melibatkan siswa dengan pendampingan guru sekolah.

Lokasi tersebut dipilih karena berada di kawasan pesisir yang memiliki potensi bahan baku untuk kerajinan, seperti cangkang kerang, pasir pantai, dan material laut lainnya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam pelatihan itu, tim memperkenalkan penggunaan ecoresin dan cairan katalis pengeras untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi produk kerajinan ramah lingkungan atau eco-craft.

Kegiatan diawali dengan tes awal untuk mengukur pengetahuan peserta mengenai bahan dan teknik pembuatan kerajinan. Tim kemudian memberikan materi tentang proses pengolahan serta prosedur keselamatan kerja, termasuk penggunaan masker selama praktik.

Para siswa selanjutnya dibagi menjadi empat kelompok untuk mempraktikkan pencampuran ecoresin, katalis, pasir, dan limbah laut ke dalam cetakan. Campuran tersebut kemudian dibiarkan mengeras hingga membentuk produk kerajinan.

Setelah praktik, tim melaksanakan tes akhir untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Hasil evaluasi yang dilaporkan tim menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam membuat produk eco-craft.

Jusuf berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan siswa secara mandiri, baik sebagai kegiatan kreatif maupun sebagai peluang usaha yang memanfaatkan potensi bahan baku di lingkungan pesisir.

“Harapannya, melalui pelatihan ini tidak hanya terjadi peningkatan wawasan dan keterampilan praktis siswa dalam mengolah limbah laut menjadi produk eco-craft, tetapi juga terbentuk kesadaran berwirausaha berbasis potensi lokal pesisir yang berkelanjutan,” katanya.

Dia berharap melalui program MARINECO, pihaknya dapat memperkuat peran pengabdian perguruan tinggi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.