Kamis, 3 September 2026 16:51 WIB
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara resmi membuka rangkaian Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 sebagai momentum awal perjalanan 8.195 mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan tinggi.
Selain itu, agenda yang diselenggarakan di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS Solo, Jawa Tengah, Kamis ini sekaligus membangun karakter sebagai calon pemimpin masa depan yang Islami, mencerahkan, unggul, mendunia, dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Mengusung tema “I’M UMS: Journey from New Student to Islamic Future Impact Leader”, Masta PMB 2026 tidak sekadar dirancang sebagai kegiatan pengenalan lingkungan perguruan tinggi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi titik awal perjalanan mahasiswa baru untuk mengenal, menghayati, dan mengembangkan potensi diri sebagai calon Islamic Future Impact Leader.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi akademik dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
“Masta PMB 2026 menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru dengan pendekatan yang berbeda. Selain menegaskan komitmen terhadap pelaksanaan kegiatan tanpa kekerasan, seluruh rangkaian Masta PMB dirancang sebagai proses penyambutan yang menggembirakan dan menyenangkan,” ungkapnya.
Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesan pertama mahasiswa terhadap kehidupan perguruan tinggi. Masta PMB diharapkan mampu menumbuhkan semangat, spirit, rasa percaya diri, dan keinginan mahasiswa baru untuk berprestasi selama menjalani pendidikan di UMS.
“Saya doakan mahasiswa UMS bisa lulus tepat waktu, atau bahkan 3,5 tahun karena kampus kita bisa lulus tanpa skripsi,” harapnya.
Ketua Panitia Masta PMB 2026 UMS Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., menyampaikan rangkaian Masta PMB tahun ini terdiri atas Grand Opening dan Masta Universitaria, Masta Ke-IMM-an, Masta Fakultaria, hingga UKM Expo.
“Kegiatan Grand Opening dan Masta Universitaria sebagai pembuka rangkaian dilaksanakan pada 3 September 2026 di Edutorium UMS dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru,” paparnya.
Tahun ini, UMS menerima 8.195 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran ribuan mahasiswa tersebut menjadi energi baru bagi UMS sekaligus menandai dimulainya perjalanan akademik dan pembentukan karakter mereka di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Proses penyambutan diarahkan untuk membangun rasa memiliki, memperkenalkan nilai-nilai universitas, menginspirasi, serta menyalakan semangat mahasiswa untuk terus bertumbuh,” tambahnya.
Pembukaan Masta PMB 2026 turut ditandai dengan penyematan mahasiswa baru secara resmi oleh Rektor UMS yang kemudian dilanjutkan oleh jajaran Wakil Rektor. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan ribuan mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar UMS.
“Tidak hanya diikuti mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, Masta PMB 2026 UMS juga diikuti oleh mahasiswa internasional. Pada tahun 2026, UMS mencatat sebanyak 45 mahasiswa asing yang menempuh pendidikan pada berbagai jenjang, terdiri atas 19 mahasiswa program Sarjana (S1), 23 mahasiswa program Magister (S2), dan 3 mahasiswa program Doktor (S3),” tegas Akhlis.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut semakin memperkuat lingkungan akademik UMS yang inklusif dan berwawasan global. Interaksi mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah dan negara diharapkan dapat memperluas perspektif, memperkuat jejaring internasional, serta menjadi bagian dari upaya UMS dalam membangun generasi yang unggul dan siap bersaing di tingkat dunia.
Perwakilan mahasiswa baru, Anqiya Zaki Mushoddiq dari Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, menjelaskan bahwa mahasiswa yang memiliki daya saing perlu bertumpu pada tiga karakter utama.
Mahasiswa, menurutnya, harus senantiasa rendah hati dan bersyukur tanpa hanya menggantungkan diri pada kecerdasan akademik. Mereka juga perlu memiliki kelapangan dada untuk menerima kritik dan menjauhi sifat egosentris. Selain itu, keberanian untuk menyingkirkan rasa takut dan mencoba hal-hal baru menjadi karakter penting dalam menghadapi masa depan.
Pesan tersebut turut menggemakan pemikiran tokoh bangsa Buya Hamka mengenai pentingnya membebaskan diri dari kemalasan yang dapat menjadi belenggu bagi pikiran dan tubuh.
Visi masa depan mahasiswa kemudian diperkuat melalui arahan Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. Ia mengajak mahasiswa baru untuk mulai merancang proyeksi kesuksesan mereka sejak awal perkuliahan.
Mahasiswa didorong untuk membayangkan posisi dan peran mereka sepuluh tahun mendatang, baik sebagai tenaga profesional yang andal maupun sebagai pengusaha mandiri.
Menurutnya, langkah menuju visi tersebut tidak dapat ditunda. Sejak hari pertama kuliah, mahasiswa perlu mulai membangun kompetensi dan rekam jejak melalui berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik.
Kesadaran terhadap tantangan masa depan tersebut juga tercermin melalui survei interaktif yang dilakukan selama kegiatan. Mayoritas mahasiswa baru memandang kemampuan memecahkan masalah problem solving sebagai salah satu keterampilan paling krusial dalam menghadapi perkembangan dunia saat ini.
“Seluruh proses pembelajaran dan kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan diharapkan dapat terkalibrasi dengan kebutuhan dunia kerja global, termasuk perkembangan kompetensi masa depan yang menjadi perhatian berbagai lembaga internasional seperti World Economic Forum,” tegas Ihwan Susila.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.