UMKM didorong naik kelas, Kadin Babel siapkan pelatihan hingga akses pasar global - ANTARA News Bangka Belitung

calendar_today 25.09.2026 - person  - timer ~

Pangkalpinang (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas usaha agar mampu naik kelas dan menembus pasar global.

Ketua Umum Kadin Babel Richie Glen Yapranadi, Sabtu, mengatakan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena lebih dari 90 persen pelaku usaha di Bangka Belitung merupakan UMKM.

"UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita. Namun tantangannya hari ini adalah bagaimana membuat UMKM tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga harus naik kelas dari segi kualitas," kata Richie.

"Peningkatan kualitas UMKM perlu dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari standar produk, kemasan, branding, digitalisasi, manajemen keuangan hingga akses permodalan," katanya.

Dalam rangka ulang tahun ke-58, Kadin Babel berkomitmen menjadi rumah besar bagi pembinaan UMKM dengan memperkuat pelatihan dan pendampingan, peningkatan kualitas produk serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Richie mengatakan upaya mendorong UMKM naik kelas menjadi bagian dari tema Rapimprov Kadin Babel, yakni "Ekonomi Naik Kelas, UKM Berkualitas dan Bangka Belitung Mendunia".
 

Ketua Umum Kadin Babel, Richie Glen Yapranadi foto bersama Ketua Dewan Penasehat dan anggota pada acara Rapimprov Kadin Babel, Jumat (24/9/2026). (babel.antaranews.com/Try M Hardi)


Ia menilai peningkatan kelas UMKM juga harus diikuti transformasi ekonomi Babel dari ketergantungan terhadap komoditas mentah menuju ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.

"Kita menyadari bahwa perekonomian Bangka Belitung tidak boleh lagi bergantung pada satu sektor saja. Saatnya kita melakukan transformasi ekonomi, dari ekonomi yang bertumpu pada komoditas mentah menuju ekonomi bernilai tambah," katanya.

Untuk memperluas akses UMKM terhadap ekosistem usaha, Richie juga mengajak pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas keanggotaan Kadin. Ia menyebut Kadin Babel menyediakan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara gratis khusus bagi kategori UMKM.

"Dari 38 provinsi yang ada, hanya Kadin Bangka Belitung yang menyediakan KTA bagi UMKM secara gratis. Ini bisa dimanfaatkan dengan mengajak para UMKM menjadi anggota Kadin," ujarnya.

Richie mengatakan keanggotaan Kadin nantinya dapat memberikan manfaat berupa pembinaan serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM. Ia juga mendorong anggota Kadin yang belum memiliki KTA untuk segera mengurusnya.

Selain pembinaan, Kadin Babel juga mendorong produk-produk lokal agar mampu menembus pasar internasional. Salah satu potensi yang disebutnya adalah lada putih Bangka Belitung.

Richie mengungkapkan adanya permintaan lada putih dari Polandia hingga 200 ton per bulan. Menurut dia, kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar ekspor.

"Ini masih butuh lagi. Makanya kita harus mengutamakan kalau kita ke Eropa, kalau kita kasih lada, mereka mungkin sudah tahu ini ladanya dari Bangka Belitung," katanya.

Ia menambahkan potensi UMKM Babel tidak hanya berasal dari sektor pangan dan komoditas, tetapi juga perikanan, kerajinan dan ekonomi kreatif.

Kadin, kata dia, akan mendorong seluruh potensi tersebut agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas melalui jejaring Kadin Indonesia dan kerja sama internasional.

"Kita akan terus dorong ekspor dan promosi investasi. Kita jadikan Bangka Belitung sebagai destinasi investasi yang ramah dan berdaya saing," ujarnya.

Richie menekankan pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi antara Kadin, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BUMN, akademisi dan berbagai pihak lainnya agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.