Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meresmikan Program SMK Go Global di Migrant Center UI untuk mempersiapkan lulusan SMK dan talenta muda Indonesia untuk memasuki pasar kerja luar negeri
Rektor UI Heri Hermansyah di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis menyampaikan bahwa peluang kerja di luar negeri perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja Indonesia.
Menurutnya, keterampilan yang dimiliki lulusan SMK perlu dihubungkan dengan kesempatan kerja yang tersedia, termasuk di berbagai negara.
Hal ini menjadi penting mengingat tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK pada Februari 2026 masih tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 7,74 persen.
“Bagi kami, Go Global berarti berangkat dalam keadaan siap. Punya keterampilan, mampu berkomunikasi, memahami prosesnya, dan tahu bagaimana menjaga diri selama bekerja di luar negeri,” ujar Heri.
Program SMK Go Global dilaksanakan melalui kerja sama UI dengan KP2MI, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat dan Jakarta.
Saat ini, sebanyak 200 peserta mengikuti pelatihan di UI. Mereka dipersiapkan untuk bekerja pada bidang hospitality, seperti waitress dan housekeeping, bidang kesehatan melalui pelatihan caregiver dan elderly caretaker, serta bidang budidaya tanaman.
Selain keterampilan sesuai bidangnya, para peserta juga mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris dan Mandarin yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan negara tujuan.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat melanjutkan proses menuju kesempatan kerja di luar negeri.
Untuk itu, UI akan membuka ruang bagi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan mitra luar negeri untuk bertemu langsung dengan peserta, menyampaikan kebutuhan tenaga kerja, serta melakukan wawancara sebagai bagian dari proses menuju penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan berkomunikasi bagi calon pekerja migran Indonesia.
Selain memiliki keterampilan sesuai bidang pekerjaan, peserta perlu menguasai bahasa dan memahami sistem kerja di negara tujuan agar mampu beradaptasi dengan baik.
Dwi juga mendorong para peserta untuk memandang kesempatan bekerja di luar negeri sebagai bagian dari perjalanan karier.
Menurutnya, pengalaman kerja dapat menjadi kesempatan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperoleh pengalaman baru sebelum melanjutkan ke jenjang pekerjaan yang lebih tinggi.
“Tidak hanya ke luar negeri, tidak hanya komitmen, tetapi kita ingin punya karier. Kita ingin menjadi profesional. Awalnya boleh memulai dari satu bidang, tetapi berikutnya harus terus meningkatkan kompetensi dan naik kelas,” ujarnya.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.