Hampers Ramadhan atau Lebaran (ilustrasi). Anda bisa membuat hampers sendiri dengan simpel namun tetap unik.
REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Pusat Astronomi Uni Emirat Arab (UEA) telah merilis perkiraan tanggal untuk peristiwa-peristiwa penting Islam pada 2027. Prediksi ini memberikan panduan awal bagi umat Islam di seluruh negeri untuk merencanakan kegiatan seputar Ramadhan dan masa liburan setelahnya.
Ramadhan diperkirakan akan dimulai pada awal Februari, namun seperti halnya setiap tahun, tanggal pastinya baru akan dikonfirmasi setelah hilal (bulan sabit muda) terlihat. Kalender Islam mengikuti siklus bulan, sehingga tanggalnya bergeser lebih awal sekitar 10 hingga 12 hari setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Bagi umat Islam di seluruh dunia, Ramadhan adalah bulan yang dikhususkan untuk berpuasa, beribadah, melakukan pelayanan sosial, dan berkumpul bersama keluarga. Setiap tahun, umat Muslim menantikan dengan penuh antusias kepastian mengenai kapan tepatnya bulan ini akan dimulai.
Kapan Ramadhan 2027 dimulai?
Dikutip dari laman The National News, Ahad (20/9/2026), berdasarkan perhitungan astronomi saat ini, bulan suci Ramadhan diprediksi akan dimulai pada 8 Februari 2027 dan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada siklus bulan. Dengan demikian, Ramadhan kemungkinan akan berlangsung hingga 8 atau 9 Maret 2027.
Namun, tanggal Hijriyah baru dapat dipastikan setelah terlihatnya hilal. Komite pemantau hilal di UEA melakukan pengamatan bulan pada tanggal 29 setiap bulannya untuk mengumumkan awal dan akhir bulan dalam kalender Islam.
Selama bulan Ramadhan, umat Islam menahan diri dari makan dan minum mulai dari waktu fajar hingga matahari terbenam. Puasa dibatalkan setiap petang dengan berbuka puasa (iftar), dan banyak orang bangun kembali sebelum fajar untuk menyantap hidangan sahur. Bulan ini dianggap sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempraktikkan kedermawanan, dan mempererat tali silaturahmi dalam masyarakat.