Kuala Lumpur -
Asosiasi Selam Malaysia (MSDA) mengimbau wisatawan tidak memaksakan perjalanan laut saat cuaca buruk atau saat kabut asap mengganggu jarak pandang. Jangan menjadikan biaya perjalanan sebagai alasan untuk tetap berangkat jika kondisi tidak aman.
Presiden MSDA, Aminor Azmi Abdul Latip, mengatakan wisatawan perlu menghormati keputusan operator dan nakhoda yang menunda atau membatalkan perjalanan demi keselamatan.
"Operator harus memberikan penjelasan yang jelas dan membahas penjadwalan ulang atau solusi lain yang wajar sesuai dengan ketentuan pemesanan," kata Aminor seperti dikutip dari Bernama, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta operator wisata, terutama yang melayani pulau-pulau di pesisir timur Semenanjung Malaysia, mengutamakan keselamatan menjelang musim monsun. Jadwal perjalanan harus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan arahan pihak berwenang.
Operator juga diminta memantau indeks polusi udara di sekitar destinasi dan memastikan jarak pandang di laut tetap aman. Kabut asap dapat mengganggu kesehatan serta menyulitkan nakhoda melihat kapal lain dan orang yang beraktivitas di air.
Aminor menegaskan perjalanan harus dihentikan jika kondisi membahayakan. Nakhoda perlu menentukan apakah kapal harus kembali atau berlindung di tempat aman dengan mempertimbangkan cuaca, kondisi laut, jarak pandang, dan kesiapan kapal serta awaknya.
"Sebelum berangkat, operator wajib memeriksa kapal untuk memastikan semua sistem berfungsi dengan baik, bahan bakar termasuk cadangan darurat mencukupi, dan alat komunikasi berfungsi. Mereka tidak boleh hanya mengandalkan telepon seluler untuk berkomunikasi," terang Aminor.
Operator juga harus menyediakan peralatan keselamatan yang berfungsi baik, tidak membawa penumpang melebihi kapasitas, dan memastikan awak kapal siap menghadapi keadaan darurat. Penumpang perlu mendapat pengarahan keselamatan sebelum berangkat, sedangkan petugas di darat harus mengetahui rute perjalanan dan prosedur jika kapal terlambat atau kehilangan kontak.
Wisatawan juga diminta memastikan kondisi tubuh sehat dan membawa obat-obatan pribadi yang cukup. Mereka perlu memberi tahu operator jika memiliki kondisi medis tertentu serta menyiapkan informasi tentang obat yang dikonsumsi, alergi, dan kontak darurat.
MSDA turut meminta tim penyelamat meningkatkan kesiapan personel, peralatan, dan komunikasi. Jika terjadi keadaan darurat, operator harus segera melaporkan lokasi dan jumlah orang yang membutuhkan bantuan.
Aminor mengingatkan kesiapan tim penyelamat bukan alasan untuk memaksakan perjalanan berisiko karena cuaca buruk dapat menghambat proses evakuasi. Keselamatan penumpang, awak kapal, dan petugas penyelamat harus tetap menjadi prioritas.
(upd/wsw)