Trump Bantah Dapat Laporan Israel soal Rencana Pembunuhan Iran

calendar_today 11.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah kabar pihak Israel telah memberi laporan intelijen terkait rencana Iran yang ingin membunuhnya.

"Tidak, tidak. Israel tidak memberikan apa pun. Tidak, tidak," kata Trump kepada New York Post.

Sebelumnya, muncul laporan Israel memberi tahu Washington tentang rencana pembunuhan baru terhadap Trump pekan ini. Secara terpisah, CNN melaporkan bahwa informasi intelijen Israel yang dibagikan kepada AS tidak spesifik dan bukan merupakan rencana formal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan Redaksi

  • Trump-Netanyahu Kembali Teleponan, Bahas Turki
  • Iran Ancam Israel jika Berani Serang: Tak Akan Aman dari Kami
  • Trump: AS-Iran Berunding Lagi, Tapi Tegaskan Gencatan Senjata Berakhir

Trump memastikan Israel tidak memberinya laporan. Namun, Trump mengklaim bahwa dirinya sudah sering menjadi target rencana pembunuhan oleh Iran.

"Saya telah menjadi nomor 1 [dalam daftar target pembunuhan Iran] untuk waktu yang lama, dan begitulah hidup, Anda tahu," kata Trump.

Lebih lanjut, Trump juga sudah memberikan instruksi kepada militer AS, jika Iran benar-benar berusaha membunuhnya, maka AS akan melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran.

"Saya telah memberikan instruksi -- jika terjadi sesuatu, untuk membom mereka secara besar-besaran hingga tingkat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," ucap Trump.

Sebelumnya, Trump mengatakan AS dan Iran telah sepakat untuk melanjutkan perundingan. Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata telah berakhir. Melansir Reuters, komentar itu muncul pada hari yang relatif tenang usai letusan konflik anyar antara kedua negara selama sepekan ke belakang.

"Iran telah meminta kami untuk melanjutkan pembicaraan. Kami sepakat untuk melakukan hal tersebut. Namun, AS menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa gencatan senjata telah berakhir," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Namun, Iran membantah meminta AS untuk melanjutkan perbincangan. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, pihaknya hanya setuju untuk menjadi tuan rumah bagi mediator Qatar di Iran.

Mediator dari Qatar bertemu dengan para pejabat Iran pada Jumat (10/7) untuk meredakan ketegangan dengan AS dan membahas navigasi melalui Selat Hormuz.

(tim)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]