Trans Semarang bakal perluas armada bus listrik ke koridor lain

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Trans Semarang bakal perluas armada bus listrik ke koridor lain

Jumat, 25 September 2026 05:16 WIB

Image Print

Bus listrik Trans Semarang yang beroperasi melayani Koridor 1 rute Terminal Mangkang-Penggaron PP yang diluncurkan di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/HO-VKTR)

Semarang (ANTARA) - Pengelola Trans Semarang sebagai moda transportasi massal berencana memperluas penggunaan armada bus listrik ke koridor lain pada tahun 2027, setelah Koridor 1 yang kini diperkuat 27 unit bus listrik.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang Haris Setyo Yunanto, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan saat ini baru Koridor 1 yang dilayani bus listrik.

Koridor tersebut melayani rute Mangkang-Penggaron PP dengan armada bus besar listrik berkapasitas 48-60 penumpang, baik duduk maupun berdiri.

Untuk bus listrik tersebut diproduksi oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan pembuatan karoserinya ditangani oleh PT Laksana Bus Manufaktur.

Rencananya tahun depan gantian Koridor 5 yang melayani rute Meteseh-PTPP PP yang akan diremajakan dengan armada bus listrik.

"Untuk tahun depan, insya Allah kami mau meremajakan koridor 5. Ke bus listrik juga, tapi arahnya lebih ke 'high deck'," katanya.

Kalau untuk 27 bus listrik saat ini memang didesain "low deck" atau berlantai rendah, tetapi untuk yang koridor 5 nanti akan yang "high deck" berlantai tinggi.

"Arahnya lebih ke 'high deck', mengingat rute yang dilalui itu melewati rel kereta api (KA)," katanya.

Ia menyebutkan setidaknya akan mengusulkan sebanyak 18 bus listrik untuk meremajakan seluruh armada Trans Semarang yang beroperasi di Koridor 5 pada tahun depan.

Pada saatnya nanti, kata dia, seluruh armada Trans Semarang akan berganti dengan bus listrik, tetapi prosesnya perlu dilakukan secara bertahap.

Secara kalkulasi, ia memperhitungkan jika estimasi untuk mengubah seluruh armada Trans Semarang menjadi kendaraan listrik membutuhkan waktu minimal lima tahun.

"Untuk tahun depan, ya, (rencana pengadaan bus listrik, red.). Karena ini 'priority' ya. Ada regulasi Perda Nomor 11/2024 tentang Penyelenggaraan Perhubungan," katanya.

Dalam perda tersebut, salah satu pasalnya menyebutkan bahwa pemerintah kota akan memberikan subsidi minimal 5 persen dari APBD Kota Semarang untuk transportasi.

"Jadi, memang di sini pemerintah Semarang itu komitmen dengan (pengembangan, red.) transportasi. Sesuai dengan regulasi tersebut," katanya.

Direktur Utama VKTR A. Ardiansyah Bakrie sebelumnya mengatakan bahwa pengoperasian bus listrik Trans Semarang merupakan bagian dari komitmen VKTR untuk mendukung pemerintah daerah.

Yakni, dalam menghadirkan solusi transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat elektrifikasi kendaraan komersial di Indonesia.

"Bagi VKTR, kehadiran bus listrik di Semarang bukan sekadar mengganti kendaraan konvensional menjadi listrik, tetapi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang lebih nyaman, bersih dan inklusif," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.