Jakarta (ANTARA) - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berkomitmen untuk mengedepankan inovasi dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat demi mempertahankan keberlanjutan kinerja positif dari kegiatan ekspor.
“Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tren pasar internasional menjadi landasan penting bagi industri otomotif Indonesia.
Berbekal pemahaman tersebut, lanjutnya, industri otomotif nasional terus berupaya menghadirkan produk yang relevan dan kompetitif, sekaligus mampu memenuhi ekspektasi konsumen global.
Adapun penerimaan positif terhadap kendaraan produksi Toyota Indonesia di pasar internasional turut didukung oleh proses pengembangan produk yang berangkat dari kebutuhan konsumen Indonesia.
Toyota Avanza dan Veloz memberikan kontribusi ekspor sebanyak 32.571 unit, Raize sebanyak 26.082 unit, dan Yaris Cross sebesar 20.441 unit dari Januari hingga Juni 2026.
Transformasi menuju kendaraan rendah emisi turut mendorong perusahaan untuk terus mengembangkan kapabilitas manufaktur nasional melalui produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi dari Indonesia.
Kijang Innova Zenix Hybrid Electricfied Vehicle (HEV) dan Yaris Cross Hybrid EV, dibandingkan Januari-Juni 2026 terhadap periode yang sama di tahun sebelumnya, Toyota Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 46,4 persen menjadi 12.693 unit.
Secara kumulatif dari tahun 2023, kedua model tersebut telah diekspor ke berbagai negara dengan total volume melampaui 62.906 unit.
“Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi pasar, meningkatkan standar kualitas, serta memperkuat portofolio kendaraan berteknologi ramah lingkungan,” kata I Nyoman Winaya.
“Industri otomotif nasional harus berada di garis depan dalam menghadapi perubahan dan membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional akan produk-produk rendah emisi, khususnya dalam menghadapi era transisi energi," imbuhnya.
Sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, Toyota Indonesia turut menghadirkan beragam pilihan kendaraan yang diproduksi di fasilitas Toyota di Indonesia melalui penerapan strategi multi-pathway, mulai dari Battery Electrified Vehicle (BEV) dan Hybrid Electrified Vehicle (HEV).
Selain itu, Toyota turut mendorong pengembangan Flexy Fuel Vehicle (FFV) yang memanfaatkan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif.
Inisiatif ini tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan bahan baku bioetanol dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
“Melalui berbagai langkah tersebut, Toyota Indonesia optimistis dapat memperkuat fondasi ekspor jangka panjang sekaligus mendorong pengembangan ekosistem manufaktur nasional agar semakin kompetitif dalam memanfaatkan peluang di industri otomotif global,” ujar I Nyoman Winaya.
Baca juga: TMMIN-Universitas Udayana hadirkan pembelajaran berbasis industri
Baca juga: Penjualan otomotif nasional lesu, Menperin: ekspor jadi penyelamat
Baca juga: Wamenekraf soroti potensi industri kustom otomotif untuk ekspor
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.