Toyota Eco Youth ke-14 Soroti Perubahan Iklim

calendar_today 08.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Toyota Indonesia kembali mengajak pelajar terlibat dalam upaya menghadapi perubahan iklim melalui Toyota Eco Youth (TEY) ke-14.

Menurut perusahaan pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa memegang peran penting sebagai penggerak perubahan melalui ide dan kreativitas yang mampu memberi dampak nyata bagi lingkungan.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya mengatakan persoalan emisi karbon tidak terbatas pada wilayah tertentu sehingga upaya menguranginya dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Emisi Karbon adalah tantangan bersama yang tidak mengenal batas wilayah. Oleh karena itu, solusi untuk menguranginya dapat berawal dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari," kata Nyoman dalam keterangan resmi, Jumat (7/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, pendekatan tersebut telah dikembangkan Toyota melalui TEY selama lebih dari 20 tahun. Pada edisi ke-14, Toyota berharap muncul lebih banyak inovasi yang memanfaatkan potensi dan kearifan lokal.

TEY sebelumnya telah menghasilkan berbagai proyek yang berkaitan dengan persoalan sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan energi, konservasi air, hingga pengurangan emisi.

Salah satu contoh inovasi tersebut datang dari Ni Kadek Karina Dewi dan Putu Darma Yasa, peraih juara pertama TEY ke-12 dari SMA Negeri Bali Mandara.

Keduanya mengembangkan Bioghum, bio-briket yang dibuat dari limbah sorgum. Inovasi tersebut menunjukkan pemanfaatan persoalan dan potensi lokal untuk menghasilkan solusi lingkungan yang kemudian mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Pada pembukaan TEY ke-14, Toyota turut menghadirkan kreator konten sekaligus pegiat lingkungan Jerhemy Owen. Ia berbagi pengalaman mengenai cara menyampaikan isu lingkungan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Setelah peluncuran, rangkaian TEY ke-14 dilanjutkan dengan sosialisasi di sejumlah kota, pengumpulan dan seleksi proposal, serta pemilihan 25 proposal terbaik.

Para finalis kemudian mengikuti pendampingan pengembangan dan implementasi proyek, sesi enrichment dan mentoring, kunjungan lapangan atau genba, hingga presentasi final, penjurian, dan penganugerahan.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan pendampingan menjadi salah satu bagian penting dalam TEY agar ide yang diajukan pelajar tidak berhenti pada proposal.

"Generasi muda memiliki keberanian, kreativitas, dan cara pandang baru yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan lingkungan. Melalui Toyota Eco Youth, kami ingin mendorong para pelajar agar tidak hanya memahami pentingnya dekarbonisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan persoalan di sekitar mereka menjadi inovasi yang relevan dan dapat diterapkan," kata Jap.

TEY telah diselenggarakan Toyota sejak 2005. Hingga saat ini, program tersebut telah melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi.

Toyota mencatat sebanyak 9.972 proposal inovasi lingkungan telah dihasilkan dalam program tersebut. Dari jumlah itu, 232 proyek lingkungan telah diimplementasikan dan 32 Eco Gallery dibangun di sekolah peserta.

Berbagai proyek yang lahir dari TEY selama ini berfokus pada persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu cara Toyota mendorong keterlibatan pelajar dalam isu dekarbonisasi dan keberlanjutan lingkungan.

Toyota mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan upaya mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, industri, dunia pendidikan, serta masyarakat.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]