Topan Bavi Lumpuhkan Jalur Transportasi Udara dan Kereta Api di China

calendar_today 12.07.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Beijing - Badai petir parah yang menyertai Topan Bavi mengacaukan perjalanan di China dan memicu pembatalan lebih dari 2.800 penerbangan secara nasional pada hari Minggu (12/7/2026).

Berdasarkan data dari platform analisis perjalanan Umetrip, gelombang pembatalan dan penundaan massal ini melanda puluhan kota besar, termasuk Nanjing, Hangzhou, Wuhan, Shenyang, Dalian, dan Chengdu. Umetrip terus mengimbau para penumpang untuk memantau ketat kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

Hujan badai ekstrem ini juga melumpuhkan aktivitas di dua pusat transportasi udara utama wilayah utara China, yakni Bandara Internasional Ibu Kota Beijing dan Bandara Internasional Daxing Beijing, yang mengalami penundaan penerbangan skala luas sejak Sabtu (11/7) kemarin.

Hingga siang, tercatat sebanyak 45 bandara di China telah mengeluarkan peringatan badai petir, termasuk hub penerbangan utama di Shanghai, Hangzhou, serta Changzhou di Provinsi Jiangsu. Pembatalan penerbangan dalam jumlah besar juga dilaporkan meluas hingga ke wilayah Provinsi Fujian, Provinsi Zhejiang, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, dan Provinsi Hainan.

China Media Group (CMG) pada Minggu melaporkan bahwa kapasitas operasional Bandara Internasional Pudong Shanghai dan Bandara Internasional Hongqiao Shanghai terpangkas drastis akibat terjangan Topan Bavi. Hampir 30 persen penerbangan yang berangkat dan tiba di kedua bandara tersebut resmi dibatalkan. Total penerbangan yang batal di Shanghai mencapai 653 penerbangan, yang terdiri atas 458 penerbangan di Bandara Pudong dan 195 penerbangan di Bandara Hongqiao.

Selain sektor udara, kelumpuhan total juga melanda layanan transportasi darat.

Otoritas perkeretaapian di sejumlah wilayah telah menghentikan sementara operasional kereta cepat (bullet train) pada rute-rute utama yang rawan terdampak. Stasiun Hangzhou Barat resmi menghentikan seluruh layanan perjalanannya sepanjang hari Minggu demi keselamatan penumpang. Langkah serupa diambil oleh China Railway Nanchang Group yang membekukan jadwal perjalanan kereta penumpang yang melintasi wilayah Provinsi Jiangxi dan Fujian.

Di tengah berlangsungnya puncak arus perjalanan musim panas tahunan di China, Administrasi Meteorologi China memperingatkan bahwa kombinasi angin kencang dan hujan lebat ini telah mengganggu sektor transportasi, pariwisata, produksi pertanian, serta mobilitas perkotaan. Pemerintah pusat mendesak pemerintah provinsi untuk terus bersiaga penuh dalam melindungi keselamatan masyarakat dan mengamankan aset publik, serta meminta warga menghindari perjalanan yang tidak mendesak.