Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu AS Marco Rubio selepas menandatangani keanggotaan di Board of Peace di Gedung Putih, Washington, AS, Rabu (11/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menolak ketentuan-ketentuan utama dalam peta jalan yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) untuk tahap kedua gencatan senjata di Gaza. Ia bersikeras bahwa Israel tidak akan menghentikan operasi militer maupun menarik diri dari wilayah-wilayah yang saat ini dikuasainya di dalam Jalur Gaza.
Sikap ini muncul di tengah penegasan kembali komitmen Hamas terhadap kesepakatan yang diumumkan pekan lalu, serta pernyataan kelompok tersebut bahwa mereka sedang menunggu tanggapan resmi dari Dewan Perdamaian dan pihak mediator terkait pelaksanaannya.
Menurut harian Israel Israel Hayom, Netanyahu menyampaikan sikapnya dalam pertemuan hari Senin dengan utusan utama Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov.
"Israel tidak akan menarik diri dari posisi-posisi yang dikuasainya di Gaza, dan tidak akan melakukan gencatan senjata," ujar Netanyahu kepada Mladenov, sebagaimana dilaporkan.
Perdana Menteri Israel itu juga menyatakan bahwa Hamas terus membangun kembali kemampuan militernya sehingga tetap menjadi ancaman.
Berdasarkan laporan tersebut, Dewan Keamanan Nasional Israel telah menyampaikan keberatan Netanyahu mengenai peta jalan Dewan Perdamaian itu kepada pihak Dewan maupun tim Presiden AS Donald Trump.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa militer Israel telah menetapkan tiga "garis merah" terkait kerangka kerja yang diusulkan tersebut; garis-garis merah ini diperkirakan akan dipaparkan oleh para pejabat tinggi militer kepada Kepala Staf Eyal Zamir sebelum diajukan kepada pimpinan politik.
Menurut KAN, pihak militer menuntut kebebasan operasional penuh untuk melakukan tindakan militer di mana pun di Gaza. Selain itu kendali berkelanjutan Israel atas persenjataan di dalam Jalur Gaza. Terakhir, tidak adanya penarikan pasukan Israel kecuali jika Hamas dilucuti senjatanya sepenuhnya.