Tok! Prabowo Putuskan RI Bangun 30 Pabrik Bioetanol Demi Bensin E20

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah akan mempercepat pengembangan industri bioetanol untuk mendukung penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin dengan campuran bioetanol sebesar 10% (E10) di Indonesia.

Menurut dia, guna merealisasikan target tersebut, pemerintah membutuhkan pembangunan puluhan pabrik bioetanol baru. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Prabowo menyebut Indonesia saat ini telah memiliki kemampuan menuju penerapan E10 atau bensin dengan campuran 10% etanol. Bahkan, Indonesia berpotensi meningkatkan kadar campuran etanol hingga 20% atau E20.

"Saya melihat pameran tadi sudah mampu menuju E10, etanol 10, jadi bensin nanti dicampur 10% etanol tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20," ungkap Prabowo pada saat acara Panen Raya tersebut.

Namun, ia mengakui pengembangan bioetanol masih terkendala minimnya fasilitas produksi. Saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik bioetanol, sehingga pemerintah memutuskan untuk membangun lebih banyak pabrik guna memenuhi kebutuhan bahan baku.

"Butuh pabrik, tadi pabriknya yang kita miliki baru 1 pabrik, tadi saya putuskan kita bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik," ucapnya.

Prabowo lantas membandingkan perkembangan penggunaan bioetanol di sejumlah negara. Menurutnya, India telah menerapkan E20, sementara Brasil bahkan telah menggunakan E100 atau bahan bakar berbasis etanol murni.

"India sudah E20, India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia gak bisa, Indonesia bisa kan? bisa? bisa," katanya.

Sebelumnya, CEO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis menegaskan pihaknya siap mendukung target pemerintah mempercepat pengembangan bioetanol.

"Jadi mungkin Bapak bertanya kenapa Pertamina ada di sini Pak, tapi Bapak lihat bahwa kami ingin berkontribusi di bioenergi Pak. Jadi kami juga ingin terima kasih Pak yang B50, selamat, kami juga punya cita-cita dan semangat yang sama untuk E20 Pak," kata John saat mendampingi Prabowo.

Ia mengungkapkan saat ini Indonesia baru menerapkan E5 secara terbatas di sekitar 170 SPBU Pertamina yang berada di Jawa Timur dan Jakarta. Sementara di India implementasinya sudah mencapai E20.

"Jadi kita nggak mau kalah Pak, kita harus kejar mereka. Kita baru E5 Pak. Jadi ini E5 di 170 outlet kami di Jawa Timur dan di Jakarta," katanya.

Di sisi lain, John menjelaskan Pertamina juga tengah mengembangkan bioetanol berbasis berbagai bahan baku tidak hanya tebu, namun juga aren, singkong, jagung, hingga sorgum.

Menurut John, untuk memenuhi kebutuhan nasional, Indonesia membutuhkan sekitar 20 hingga 30 pabrik bioetanol baru dalam dua tahun ke depan. Adapun, pembangunan pabrik di berbagai daerah dinilai akan meningkatkan kesejahteraan petani.

(wia)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]