Tina Talisa apresiasi Bank Sampah Beo Asri dukung ekonomi sirkular

calendar_today 16.07.2026 - person  - timer ~

Tina Talisa apresiasi Bank Sampah Beo Asri dukung ekonomi sirkular

Kamis, 16 Juli 2026 16:16 WIB

Image Print

Staf Khusus Wakil Presiden RI Tina Talisa memegang botol berisi minyak jelantah dalam kunjungan di Bank Sampah Beo Asri di Kelurahan Tegalreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026). ANTARA/HO-Kilang CIlacap

Selain misi penyelamatan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi

Cilacap (ANTARA) - Staf Khusus Wakil Presiden RI Tina Talisa mengapresiasi semangat masyarakat, khususnya para anggota Bank Sampah Beo Asri di Kelurahan Tegalreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam mengumpulkan minyak jelantah sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan transisi energi.

Apresiasi tersebut disampaikan saat mengunjungi Bank Sampah Beo Asri sebagai agenda pembuka kunjungan kerjanya di kawasan Kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Selasa (14/7).

Dalam kunjungan itu, Tina melihat secara langsung aktivitas para anggota yang secara rutin mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga untuk selanjutnya dikelola.

"Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu di sini. Luar biasa, meski sebagian besar sudah lansia, semangatnya tetap muda dan produktif. Ini contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah dan dilakukan oleh siapa saja," katanya.

Menurut dia, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan.

Selain mengurangi potensi pencemaran, kegiatan tersebut juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Kami senang melihat ibu-ibu secara sadar dan tekun mengumpulkan minyak jelantah untuk disetorkan ke Bank Sampah Beo Asri. Selain misi penyelamatan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi karena minyak jelantah dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram," ujarnya.

Tina mengatakan minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat juga memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu bahan baku pengembangan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (Pertamina SAF) yang diproduksi Kilang Cilacap.

Menurut dia, hal itu menunjukkan kontribusi masyarakat terhadap upaya transisi energi nasional melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.

Ia berharap Bank Sampah Beo Asri dapat menjadi pelopor sekaligus percontohan lahirnya "Kampung Minyak Jelantah" di berbagai daerah di Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Direktur Bank Sampah Beo Asri Tegalreja Sri Widowati mengatakan program pengumpulan minyak jelantah telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat. Saat ini, bank sampah tersebut memiliki lebih dari 900 anggota dan mampu mengumpulkan sekitar 100-150 kilogram minyak jelantah setiap bulan.

"Masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola minyak jelantah dengan benar. Selain menjaga lingkungan, hasil penjualannya juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga," katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Didik Bahagia mengatakan kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI menjadi motivasi bagi anggota Bank Sampah Beo Asri untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan.

"Kehadiran Ibu Tina Talisa menjadi penyemangat bagi ibu-ibu Bank Sampah Beo Asri. Kami berharap kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan," katanya.

Bank Sampah Beo Asri merupakan bagian dari Program Kampung KB Gadis, salah satu program pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap.

Selain mengelola minyak jelantah, kelompok tersebut juga mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi serta mengembangkan kerajinan ramah lingkungan melalui Kiye Ecoprint sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.