Tim penilai Kalsel lakukan verifikasi pelaksanaan ILP Puskemas Mabuun Tabalong - ANTARA News Kalimantan Selatan

calendar_today 07.10.2026 - person  - timer ~

Tanjung (ANTARA) - Tim penilai Provinsi Kalimantan Selatan melakukan verifikasi dan  penilaian  pelaksanaan  Integrasi Layanan Primer (ILP) Puskesmas Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong guna  peningkatan pelayanan bagi masyarakat, Rabu.

Ketua Tim Penilai ILP, Rahmadi mengatakan ada tiga indikator yang akan diverifikasi mencakup input, output dan indikator proses berdasarkan instrumen penilaian yang sudah dibuat tim dan sudah disampaikan ke  Puskesmas.

"Kita juga melakukan pengamatan dan observasi terkait  sarana prasarana  di Puskesmas termasuk dalam pelayanan pasien," jelas Rahmadi.

Sebelumnya kehadiran Tim penilai  disambut Bupati H Muhammad  Noor Rifani bersama Kadinkes H Ahmad Baihaki, Camat Murung Pudak H Rony Saputra, Kepala Puskesmas Mabuun Hj Tenry Ariny beserta jajarannya.

"Kami terus berkomitmen  mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat, salah satunya melalui Tabalong Pasti Sehat dan selaras  dengan  pelaksanaan ILP di Puskemas Mabuun," jelas Noor Rifani.

Bupati yang biasa disapa Haji Fani ini menyampaikan layanan homecare wujud  kebersamaan, keinginan, ketulusan dan pengabdian semua yang terlibat  untuk membantu  para lansia, disabilitas, penderita stroke, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

"Banyak sekali manfaat yang dirasakan masyarakat dan mereka  terharu  karena didatangi petugas kesehatan termasuk Puskesmas Mabuun mesti rumahnya di tempat yang sulit terjangkau," ungkapnya.

Ia juga  menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran  Puskesmas Mabu'un yang cukup baik dan meski berada di  kawasan permukiman (kota)  namun belum ada keluhan masyarakat yang muncul di sosial media.

Sementara itu Kepala Puskesmas Mabu'un, Hj Tenry Ariny dalam laporannya menyebutkan pihaknya juga memberikan  Upaya Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD) dilanjutkan dengan Posyandu dan   penguatan layanan kesehatan itu sampai ke desa terpencil.

Puskesmas Mabu’un sendiri telah  menerapkan sistem ILP sejak tahun 2025  dengan  mengkoordinir pelayanan  kesehatan berdasarkan siklus hidup dari klaster 1 hingga lintas klaster.

"Kami berupaya melakukan penguatan pengawasan wilayah setempat (PWS) sampai tingkat RT, desa  dan posyandu sebagai upaya  mendekatkan layanan kepada masyarakat," jelas Tenry.

 Kegiatan ini selaras dengan program prioritas Pemkab  Tabalong yaitu home carePuskesmas Mabu’un mencakup  17 posyandu, 4 diantaranya adalah 4 posyandu siklus hidup dan 3 UPKD.

Selain itu pemantauan wilayah setempat dilakukan secara digitalisasi dengan instrumen ePus, ePustu, ePosyandu, dimana aplikasi ini bisa langsung dipantau  Dinkes Tabalong   secara real time melalui aplikasi eDinkes.

"Kami  juga  melakukan uji coba inovasi berbasis machine learning dengan bantuan AI untuk merekap hasil pemeriksaan pasien sehingga memudahkan kami  melakukan tindak lanjut," tambahnya.

Aplikasi ini dikembangkan  siswa SMAN Banua Kalsel yang saat ini juga sedang mengembangkan teknologi machine learning untuk mendiagnosa pasien di Rusia.
 

Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.