Tanjung (ANTARA) - Tim penilai Provinsi Kalimantan Selatan melakukan verifikasi dan penilaian pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) Puskesmas Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong guna peningkatan pelayanan bagi masyarakat, Rabu.
Ketua Tim Penilai ILP, Rahmadi mengatakan ada tiga indikator yang akan diverifikasi mencakup input, output dan indikator proses berdasarkan instrumen penilaian yang sudah dibuat tim dan sudah disampaikan ke Puskesmas.
"Kita juga melakukan pengamatan dan observasi terkait sarana prasarana di Puskesmas termasuk dalam pelayanan pasien," jelas Rahmadi.
Sebelumnya kehadiran Tim penilai disambut Bupati H Muhammad Noor Rifani bersama Kadinkes H Ahmad Baihaki, Camat Murung Pudak H Rony Saputra, Kepala Puskesmas Mabuun Hj Tenry Ariny beserta jajarannya.
"Kami terus berkomitmen mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat, salah satunya melalui Tabalong Pasti Sehat dan selaras dengan pelaksanaan ILP di Puskemas Mabuun," jelas Noor Rifani.
Bupati yang biasa disapa Haji Fani ini menyampaikan layanan homecare wujud kebersamaan, keinginan, ketulusan dan pengabdian semua yang terlibat untuk membantu para lansia, disabilitas, penderita stroke, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
"Banyak sekali manfaat yang dirasakan masyarakat dan mereka terharu karena didatangi petugas kesehatan termasuk Puskesmas Mabuun mesti rumahnya di tempat yang sulit terjangkau," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Puskesmas Mabu'un yang cukup baik dan meski berada di kawasan permukiman (kota) namun belum ada keluhan masyarakat yang muncul di sosial media.
Sementara itu Kepala Puskesmas Mabu'un, Hj Tenry Ariny dalam laporannya menyebutkan pihaknya juga memberikan Upaya Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD) dilanjutkan dengan Posyandu dan penguatan layanan kesehatan itu sampai ke desa terpencil.
Puskesmas Mabu’un sendiri telah menerapkan sistem ILP sejak tahun 2025 dengan mengkoordinir pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup dari klaster 1 hingga lintas klaster.
"Kami berupaya melakukan penguatan pengawasan wilayah setempat (PWS) sampai tingkat RT, desa dan posyandu sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat," jelas Tenry.
Kegiatan ini selaras dengan program prioritas Pemkab Tabalong yaitu home carePuskesmas Mabu’un mencakup 17 posyandu, 4 diantaranya adalah 4 posyandu siklus hidup dan 3 UPKD.
Selain itu pemantauan wilayah setempat dilakukan secara digitalisasi dengan instrumen ePus, ePustu, ePosyandu, dimana aplikasi ini bisa langsung dipantau Dinkes Tabalong secara real time melalui aplikasi eDinkes.
"Kami juga melakukan uji coba inovasi berbasis machine learning dengan bantuan AI untuk merekap hasil pemeriksaan pasien sehingga memudahkan kami melakukan tindak lanjut," tambahnya.
Aplikasi ini dikembangkan siswa SMAN Banua Kalsel yang saat ini juga sedang mengembangkan teknologi machine learning untuk mendiagnosa pasien di Rusia.
Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.