matamata.com - Tim gabungan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil memadamkan titik api yang membakar seluas 13,8 hektare kawasan hutan konservasi di Provinsi Kalimantan Timur.
Area terdampak mencakup Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bengalon seluas 2,8 hektare dan Taman Hutan Raya (Tahura) Kutai Kartanegara seluas 11 hektare.
Analis Kebijakan Bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kaltim, Darussalam, menyatakan bahwa pemadaman dilakukan secara cepat untuk mencegah kerusakan keanekaragaman hayati di area konservasi.
"Kami bersama seluruh elemen bergerak cepat melokalisasi api agar tidak meluas merusak keanekaragaman hayati, terutama di kawasan hutan konservasi," ujar Darussalam di Samarinda, Senin (24/8/2026).
Regu pemadam terpadu yang terdiri dari puluhan personel langsung diterjunkan ke lokasi begitu titik panas (hotspot) terdeteksi oleh sistem pemantauan. Tim ini gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian, TNI, Manggala Agni, serta relawan Masyarakat Peduli (MPA).
Darussalam menyoroti peran strategis lebih dari 5.000 relawan MPA di tingkat perdesaan yang menjadi garda terdepan dalam respons cepat pemadaman awal. Para relawan telah dibekali pengetahuan mitigasi serta teknik penggunaan alat pemadam manual sebelum ditugaskan di lapangan.
Meski menghadapi tantangan berat berupa medan perbukitan yang menanjak dan jarak tempuh hingga lima jam perjalanan, sinergi lintas instansi tersebut berhasil menekan luasan kebakaran di kawasan hutan perlindungan.
Berdasarkan data laporan Karhutla Kaltim per Agustus 2026, total area yang terbakar mencakup 475,44 hektare. Dari angka tersebut, 256,20 hektare berada di Area Penggunaan Lain (APL) atau wilayah non-kawasan hutan, sedangkan 219,25 hektare sisanya berada di dalam kawasan hutan.
Secara umum, kondisi karhutla di Kalimantan Timur pada musim kemarau kali ini dinilai masih relatif terkendali dibandingkan dengan provinsi tetangga. Selain kesiapsiagaan tim pemadam, keberhasilan ini didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat sekitar kawasan konservasi untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
Dinas Kehutanan Kaltim memastikan akan terus mengoptimalkan edukasi dan patroli rutin bersama berbagai pihak guna menjaga keamanan seluruh ekosistem hutan hingga musim kemarau berakhir. (Antara)