The 2nd Indonesia Investment Forum 2026 jajaki investor global

calendar_today 14.10.2026 - person  - timer ~

The 2nd Indonesia Investment Forum 2026 jajaki investor global

Rabu, 14 Oktober 2026 11:40 WIB

Image Print

Ketua Pusat Studi dan Kebijakkan Publik ITS, Dr. Arman Hakim Nasution M Eng dan President Asia Web3 And AI Association Singapura (AWAA) Dr. Anthony Kho. ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Ajang The 2nd Indonesia Investment Forum 2026 sukses digelar di Sky Ventures Capital, One Raffles Place, Singapura, pada 7–8 Oktober 2026 untuk mempertemukan langsung berbagai peluang investasi strategis Indonesia dengan jejaring modal internasional di tengah pekan sibuk ekosistem teknologi global.

Acara yang dibuka oleh Rektor ITS Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN.Eng dirancang sebagai wadah terkurasi untuk mempercepat kolaborasi konkret antara pemangku kepentingan Indonesia dan investor global.

Dipimpin oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), forum ini menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, kawasan industri, hingga pelaku usaha nasional.

Pelaksanaan forum bertepatan dengan momentum penting di Singapura, yakni rangkaian TOKEN2049 Week dan Formula 1 Singapore Grand Prix. Situasi tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk mendekatkan proyek-proyek potensial nasional kepada para pelaku ventura, family office, dan pemimpin industri global.

Mengusung semangat “Invest. Partner. Grow Together.”, agenda ini memfasilitasi dialog langsung antara pemilik proyek, pemerintah, serta institusi pendidikan tinggi. Keterlibatan aktif berbagai elemen ini menegaskan komitmen membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sorotan khusus diberikan pada potensi investasi di Provinsi Jawa Timur melalui paparan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta Kepala DPMPTSP Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati secara daring. Sejumlah kawasan strategis turut diperkenalkan kepada para investor internasional.

Wilayah pengembangan yang ditawarkan meliputi Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kawasan Singhasari di Malang, i-Sentra Lamongan Industrial Park, hingga peluang industri di Sidoarjo. Sektor yang ditargetkan mencakup manufaktur, energi, pertanian, hingga pembangunan infrastruktur.

Sejumlah perusahaan nasional turut memaparkan proyek andalan mereka di hadapan investor. PT Gas Alam Solusi memperkenalkan sektor Compressed Natural Gas (CNG), PT Agro Investama mengusung sektor perkebunan kelapa sawit, sementara PT Indonesia Kecerdasan Artifisial Network (I-KAN) mempresentasikan ekosistem kecerdasan buatan.

Selain itu, Dr. Arman Hakim Nasution mengenalkan gagasan Endowment Bond for Indonesian Universities. Konsep ini membuka alternatif pembiayaan jangka panjang yang menempatkan perguruan tinggi sebagai pilar penting dalam komersialisasi riset dan ekonomi nasional.

Pada hari kedua, fokus beralih ke Surabaya Science and Techno Park (SSTP) yang dipaparkan oleh Kepala BRIDA Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji. Fasilitas ini menarik perhatian karena menawarkan potensi ruang kantor bagi perusahaan teknologi global yang ingin berekspansi ke Indonesia.

Penyelenggaraan forum ini membuahkan hasil konkret berupa penandatanganan tiga Letter of Agreement (LoA) antara ITS dan mitra internasional, yakni BehNeh, Asia Web3 & AI Association (AWAA), serta 8Hexa Financial. Diskusi lanjutan juga dirintis terkait potensi pembentukan Singapore Blockchain Center dan Home of Singapore AI.

Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh kolaborasi berbagai organisasi, termasuk Indonesia Blockchain Center, Sky Ventures Capital, serta dukungan penuh dari Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya. Pertemuan ini menandai langkah awal dari komitmen mempertemukan modal global dengan kekuatan ekonomi nusantara secara berkelanjutan.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026