Teken Dokumen WAICO, Airlangga Tegaskan Keterlibatan RI dalam Pengembangan & Tata Kelola AI Global

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:27 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ikut menandatangani dokumen pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di Shanghai, China, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Baca Juga

Sebagai arahan dari Presiden Prabowo, Airlangga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional, dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penandatanganan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo untuk mendorong Pembangunan ekonomi yang mempercepat Agenda Pembangunan Berkelanjutan dari PBB, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia," kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.

Baca Juga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menambahkan, langkah ini juga dilakukan pemerintah demi menyadari perlunya terlibat langsung dalam kerja sama internasional dan tata kelola global tentang AI, untuk pengembangan yang sehat dan ke arah yang bermanfaat, aman, dan adil.

Baca Juga

"Demi kepentingan seluruh umat manusia, sesuai dengan tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB," ujarnya.

Airlangga menyampaikan, dokumen ini merupakan kesepakatan untuk membentuk WAICO atau dokumen "Agreement on the Establishment of the World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO)". 

WAICO sendiri didirikan sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang independen, dan diberikan personalitas hukum internasional. Sehingga, penandatanganan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan kemitraan antarnegara, untuk mendorong tata kelola kecerdasan artifisial (AI).

Airlangga menambahkan, langkah ini juga menandai babak baru berdirinya WAICO sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang independen, dan berfokus pada kerja sama kecerdasan buatan (AI) di ranah sipil (civilian domain) secara inklusif dan non-diskriminatif.

Dia mengatakan, kehadiran Indonesia sebagai salah satu anggota pendiri (founding member) WAICO, menjadi langkah strategis untuk mendorong tata kelola AI global yang berpusat pada manusia (human-centric).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, pendekatan itu penting agar manfaat AI dapat dirasakan secara setara oleh seluruh negara, terutama negara berkembang, dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

"Penandatanganan dokumen perjanjian pendirian WAICO hari ini adalah tonggak penting bagi kita semua. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global (bridging the AI divide)," kata Airlangga.

Halaman Selanjutnya

"Kehadiran para perwakilan Pemerintah negara sahabat menegaskan bahwa kita memiliki visi yang sama, dalam mengelola AI agar lebih aman (safe), terpercaya (trustworthy), dan beretika (ethical)," ujarnya.