AKURAT.CO Tekanan darah menjadi salah satu indikator kesehatan yang sering diabaikan karena hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala.
Padahal, tekanan darah yang terus tinggi dapat meningkatkan risiko kerusakan jantung, pembuluh darah, ginjal, hingga otak.
Tekanan darah diukur menggunakan dua angka, yakni sistolik dan diastolik.
Tekanan sistolik menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, sedangkan diastolik menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara denyutan.
Secara umum, tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg.
Namun, hasil pengukuran perlu dilihat dalam konteks usia, kondisi kesehatan, serta pengukuran berulang, bukan berdasarkan satu kali pemeriksaan.
Kenaikan tekanan darah dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu. Beberapa di antaranya:
Kurang aktivitas fisik.
Berat badan berlebih atau obesitas.
Stres berkepanjangan.
Pola makan tinggi garam dan makanan olahan.
Konsumsi kafein berlebihan pada sebagian orang.
Kebiasaan merokok.
Penyakit tertentu, seperti gangguan ginjal dan hormon.
Tekanan darah yang meningkat sesekali belum tentu menunjukkan hipertensi. Namun, jika hasil pengukuran tetap tinggi pada pemeriksaan berbeda, kondisi tersebut perlu dievaluasi tenaga kesehatan.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah dan organ tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko:
Penyakit jantung.
Stroke.
Kerusakan ginjal.
Gangguan penglihatan.
Pembesaran jantung.
Gangguan fungsi otak.
Karena sering tidak menimbulkan gejala, seseorang dapat mengalami hipertensi tanpa menyadarinya hingga muncul komplikasi.
Alat pengukur tekanan darah digital dapat digunakan untuk membantu pemantauan mandiri. Namun, hasil pengukuran dapat keliru jika prosedurnya tidak tepat.
Agar hasil lebih akurat, lakukan pengukuran dengan beberapa cara berikut:
Istirahat terlebih dahulu selama beberapa menit.
Duduk tegak dengan punggung tersangga dan kaki menapak lantai.
Hindari olahraga, merokok, dan konsumsi kafein setidaknya 30 menit sebelum pengukuran.
Letakkan lengan sejajar dengan posisi jantung.
Lakukan pengukuran dua kali dengan jeda sekitar satu menit dan catat hasilnya.
Pengukuran pada beberapa hari berbeda dapat memberikan gambaran yang lebih baik mengenai kondisi tekanan darah dibandingkan satu kali pemeriksaan.
Baca Juga: Warga Terdampak Karhutla Diimbau Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Ruangan