REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Tedy Rusmawan menyampaikan perkembangan terbaru terkait akses Tol KM 149 dan KM 151 di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Akses KM 149 ditargetkan dapat beroperasi selama 24 jam mulai November 2026.
Tedy mengatakan informasi tersebut diperolehnya setelah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar. Berdasarkan informasi yang diterima, Direktorat Jalan Bebas Hambatan (JBH) masih menunggu dokumen Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) untuk akses KM 149.
"ULFO belum terbit karena ada perbaikan-perbaikan yang belum selesai dilaksanakan oleh Jasa Marga," ujar Tedy, Senin (14/9/26) sore.
Menurut Tedy, Jasa Marga saat ini tengah menyusun metode pelaksanaan perbaikan beserta jadwal penyelesaiannya. Target penyelesaian perbaikan tersebut dipatok pada November 2026.
Karena itu, Tedy berharap akses Tol KM 149 dapat segera memperoleh kepastian untuk beroperasi secara penuh selama 24 jam. Ia menilai keberadaan akses tersebut sangat penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan Gedebage dan sekitarnya.
"Kita berharap pada November nanti ada informasi terbaru. Mudah-mudahan KM 149 bisa beroperasi 24 jam," katanya.
Sementara terkait akses Tol KM 151, Tedy mengungkapkan adanya kendala dalam rencana pembangunan akses permanen. Direktorat JBH menyampaikan pembangunan KM 151 secara permanen dinilai sulit karena lokasinya terlalu dekat dengan KM 149.
Selain itu, terdapat pipa Pertamina di lokasi yang menjadi salah satu persoalan. Apabila pipa tersebut harus direlokasi, diperlukan biaya yang tidak sedikit.
Atas kondisi tersebut, JBH mendorong alternatif berupa pembangunan interchange di Tol KM 149 yang menghubungkan akses dari dan menuju Cileunyi.
Tedy menilai opsi tersebut dapat menjadi solusi yang lebih memungkinkan untuk meningkatkan konektivitas kawasan Gedebage sekaligus membantu mengurai persoalan kemacetan.
"Ini mudah-mudahan menjadi solusi yang bisa segera direalisasikan. Ini memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menangani kemacetan," ujar Tedy.
Menurut dia, peningkatan aksesibilitas tersebut juga akan memberikan dampak positif terhadap sejumlah fasilitas dan kawasan strategis di Gedebage. Di antaranya akses menuju KCIC, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Masjid Raya Al Jabbar, serta berbagai kawasan lainnya.
Tedy menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkembangan rencana tersebut agar kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih baik dapat segera diwujudkan.
"Kita kawal terus dan mohon doanya semoga apa yang kita harapkan bisa terealisasi," katanya.