#TanggalMerahUntukIbu: Jangan Merasa Bersalah Saat Ambil Waktu untuk “Me Time”

calendar_today 26.09.2026 - person  - timer ~

Bandung -

Menjadi ibu membuat waktu untuk diri sendiri sering kali tersisih di tengah kesibukan mengurus keluarga. Padahal, mengambil jeda sejenak untuk beristirahat dan melakukan hal yang disukai juga penting agar ibu tetap memiliki energi untuk menjalani berbagai perannya.

Hal itu menjadi bahasan utama dalam sesi talkshow pada gelaran #TanggalMerahUntukIbu yang digelar Frisian Flag di Trans Studio Mall Bandung, Jumat (25/9/2026). Talkshow tersebut menghadirkan psikolog Fahrina Safitri serta momfluencer dan beauty vlogger Ghina Alwi.

Moderator Vida Alatas membuka obrolan dengan pertanyaan sederhana kepada para ibu yang hadir. Ketika ditanya apakah seorang ibu membutuhkan "tanggal merah" untuk berhenti sejenak dari rutinitas, para peserta langsung menjawab serempak, "Perlu!"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ghina kemudian berbagi pandangannya mengenai pentingnya waktu istirahat bagi seorang ibu. Menurutnya, "tanggal merah" bagi ibu bukan berarti meninggalkan tanggung jawab, melainkan kesempatan untuk mengisi kembali energi.

"Kadang ada rasa bersalah untuk libur sebentar. Padahal tanggal merah itu kemuliaan yang diberikan ayah dan keluarga. Tanggal merah bisa dipakai untuk me time agar kita lebih tenang dan lebih wise menyikapi sehari-hari," ujar Ghina.

Ia mengatakan, mengambil waktu untuk diri sendiri juga tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama. Ketika kondisi memungkinkan, sekitar 30 menit yang benar-benar digunakan untuk diri sendiri sudah dapat menjadi bentuk jeda di tengah kesibukan.

"Harus dilihat waktunya memungkinkan atau enggak. Sesederhana 30 menit untuk diri sendiri itu sudah lebih cukup. Karena sebagai ibu, peran kita enggak pernah berhenti," katanya.

Menurut Ghina, kebutuhan untuk recharge juga berkaitan dengan kondisi emosi ibu. Ketika terlalu lama tidak mendapatkan waktu istirahat, energi yang terkumpul bisa membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi.

"Kalau kelamaan enggak recharge, kita bisa marah-marah dan salah menyalurkan energi. Ketika emosi kita lagi kurang stabil, perlu ambil tanggal merah karena emosi kita penting banget untuk keluarga. Kalau ibu bad mood, rumah jadi suram," tuturnya.

Karena itu, ia menilai dukungan suami dan keluarga menjadi hal penting ketika seorang ibu membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Komunikasi juga diperlukan agar kebutuhan tersebut tidak menjadi beban psikologis bagi ibu.

"Kalau lagi butuh tanggal merah, penting banget peran suami. Komunikasi dengan orang di rumah penting banget, komunikasi dengan keluarga atau pasangan. Jangan merasa bersalah, komunikasikan dengan suami dan keluarga," ujarnya.

Ibu Tetap Punya Identitas Diri

Sementara itu, psikolog Fahrina Safitri memaparkan, salah satu tantangan menjadi ibu adalah munculnya perasaan sulit mencari waktu untuk diri sendiri. Padahal, jeda sangat dibutuhkan untuk mengisi kembali energi.

"Tantangan jadi ibu-ibu adalah merasa susah cari waktu untuk diri sendiri, padahal itu penting banget untuk recharge energi di sela-sela rutinitas," ujar Fahrina.

Ia mengatakan, seorang ibu memang memiliki berbagai peran yang harus dijalankan. Namun, ibu juga memerlukan waktu untuk kembali menjadi dirinya sendiri yang utuh.

"Kita perlu ingat nama kita sendiri tanpa embel-embel ibu siapa dan nyonya siapa. Kita butuh ingat kita juga pribadi yang utuh," katanya.

"Ibu harus bagi berbagai peran. Kapan jadi diri sendiri dan full jadi ibu dan istri," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ibu tidak perlu menunggu sampai benar-benar kelelahan untuk mengambil jeda. Salah satu cara sederhana untuk melihat kondisi diri adalah dengan mencoba beristirahat dan melihat apakah tubuh serta pikiran menjadi lebih baik.

"Burn out bisa dicek dengan cara coba istirahat, tidur, rileks, apakah jadi lebih baik. Jangan ditunggu sampai capek. Ambil di sela-sela kegiatan tanpa merasa bersalah. Bukan berarti enggak peduli, tapi tanda sayang dengan diri sendiri," tuturnya.

Menurut Fahrina, me time juga tidak harus berupa kegiatan mahal atau pergi jauh dari rumah. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara penuh untuk diri sendiri tetap bisa memberikan ruang bagi ibu untuk merasa lebih rileks.

"Misalnya waktu anak-anak pergi sekolah, me time mandinya agak lama biar rileks. Minum minuman hangat, makan kesukaan kita. Karena setelah jadi ibu, kadang selera makan kita pun ditunda untuk mengakomodasi anak," bebernya.

Selain itu, ia mengatakan, berinteraksi dengan sesama ibu dan berkumpul bersama komunitas juga dapat memberikan dampak positif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebutuhan untuk mengisi waktu sendiri bukanlah sesuatu yang egois. Ibu tidak perlu merasa bersalah ketika hendak mengambil jeda demi kewarasan diri.

"Jangan merasa bersalah kalau sudah dikasih me time. Yang konseling ke saya juga ada yang merasa berdosa banget ketika mau me time. Jangan, gunakan sebaik-baiknya. Keluarga enggak hanya butuh fisik dan materi, tapi butuh dipahami dan didengarkan," ujar Fahrina.

Sesi talkshow kemudian ditutup dengan afirmasi dan latihan pernapasan. Para peserta diajak mengucapkan, "Aku ibu yang sudah bahagia, aku cukup untuk membersamai keluarga dan aku tidak perlu merasakan ini sendirian."

Suasana pun berubah haru. Para peserta tampak memeluk dan menepuk tubuh masing-masing sambil mengucapkan terima kasih. Bahkan, beberapa ibu tampak berkaca-kaca dan meneteskan air mata.

Serunya Drink Creation hingga Arisan Ibu

Sebelum sesi talkshow, keseruan #TanggalMerahUntukIbu sudah berlangsung sejak pagi. Pada sesi Drink Creation, para ibu diajak membuat kreasi minuman menggunakan produk Frisian Flag, di antaranya ube matcha latte dan creamy milk choco.

Para peserta terlihat antusias ketika diberi kesempatan mengikuti sesi tersebut. Mereka berebut mengacungkan tangan untuk mencoba membuat minuman yang resepnya sederhana dan bisa ditiru di rumah.

Keseruan berlanjut melalui Arisan Ibu Frisian Flag yang diikuti tiga tim. Permainan berlangsung dalam tiga babak, mulai dari kuis tebak kata hingga tantangan menjawab menggunakan lagu. Para pemenang diganjar hadiah berupa perabotan rumah tangga.

Sementara itu, berbagai booth layanan relaksasi, kecantikan dan aktivitas seru bersama Frisian Flag masih terus dibanjiri pengunjung hingga sore hari. Tak hanya kaum ibu, para bapak dan anak-anak pun tampak asyik menikmati berbagai kegiatan yang tersedia.

(prf/ega)