Taiwan Bidik Liburan Akhir Tahun, Perkuat Daya Tarik Wisatawan Indonesia

calendar_today 20.08.2026 - person  - timer ~

Warta Ekonomi, Jakarta -

Taiwan semakin serius menggarap pasar wisatawan Indonesia dengan memperkuat promosi pariwisata menjelang momentum libur akhir tahun dan Tahun Baru. Tak hanya menawarkan wisata alam dan kuliner, Taiwan kini memperluas daya tariknya melalui wisata ramah Muslim, pengalaman lokal, serta destinasi di luar Taipei.

Potensi pasar Indonesia dinilai sangat besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan. Angka tersebut menjadi salah satu alasan Taiwan terus meningkatkan penetrasi pasar pariwisata Indonesia.

Upaya itu antara lain dilakukan melalui Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri, Jakarta. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk perjalanan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan Taiwan secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia Frank Lu mengatakan, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan kedua negara.

“Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia,” kata Frank.

Perkuat Wisata Ramah Muslim

Taiwan juga terus memperkuat posisinya sebagai destinasi yang nyaman bagi wisatawan Muslim. Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat, hingga fasilitas wudu.

Komitmen tersebut turut memperkuat posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating. Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

Menurut Frank, capaian tersebut menjadi modal penting untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia.

“Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim,” tegasnya.

Tak Hanya Taipei

Untuk memperluas pengalaman wisatawan, Taiwan juga mendorong kunjungan ke berbagai destinasi di luar Taipei. Beberapa di antaranya adalah Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, serta berbagai destinasi yang menawarkan pengalaman budaya lokal.

Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta Abe Chou mengatakan, strategi promosi tahun ini dibuat lebih dekat dengan gaya hidup wisatawan Indonesia, terutama keluarga dan generasi muda.

Taiwan Travel Fair pun dikemas lebih interaktif melalui pertunjukan panggung, demonstrasi budaya, area foto bertema destinasi Taiwan, kegiatan DIY, kuis wisata, hingga undian berhadiah. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi perjalanan langsung dari pelaku industri pariwisata.

Beragam paket perjalanan ditawarkan untuk menjawab kebutuhan wisatawan, mulai dari tiket pesawat dengan harga khusus, paket free and easy, wisata keluarga, hingga perjalanan musiman seperti wisata bunga sakura dan tur bertema festival.

Sejumlah agen perjalanan juga memberikan penawaran khusus selama pameran, seperti potongan harga pemesanan, peningkatan kelas hotel, dan suvenir. Sementara itu, pengguna kartu kredit Mandiri yang membeli tiket pesawat atau paket wisata Taiwan mendapatkan cashback hingga Rp3,5 juta serta fasilitas cicilan 0 persen hingga 12 bulan.

Wisatawan Indonesia Makin Cari Pengalaman

Abe mengatakan, kuliner masih menjadi salah satu daya tarik utama Taiwan bagi wisatawan Indonesia. Pasar malam, makanan khas Taiwan, dan bubble tea menjadi produk yang banyak diminati.

Namun, preferensi wisatawan mulai berkembang. Wisatawan Indonesia kini semakin tertarik pada aktivitas yang memberikan pengalaman lebih mendalam, seperti bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan dengan kereta api, hingga kunjungan ke tourism factory.

“Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam,” ujar Abe.

Dengan penguatan promosi, pengembangan wisata ramah Muslim, serta perluasan destinasi dan pengalaman wisata, Taiwan optimistis dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia. Momentum libur akhir tahun dan Tahun Baru pun menjadi salah satu periode strategis untuk menggaet lebih banyak wisatawan dari Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.