Survei Poltracking: Ekonomi Jadi PR Terberat Pemerintah

calendar_today 31.08.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Survei nasional Poltracking Indonesia mencatat bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan terendah dalam evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi hanya 41,8 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah ketimbang bidang lain, seperti bidang hukum dan pemberantasan korupsi tercatat 48,3 persen, sedangkan bidang politik dan stabilitas nasional sebesar 51,9 persen.

“Jadi tiga bidang ini adalah PR penting untuk diantisipasi, untuk diperbaiki performa pemerintah. Terutama di bidang ekonomi, dilanjutkan hukum dan pemberantasan korupsi, dan terakhir adalah politik dan stabilitas nasional,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR dalam konferensi pers daring, Senin (31/8/2026).

Hanta mengatakan penilaian rendah terhadap bidang ekonomi tidak terlepas dari kondisi yang dirasakan masyarakat di tingkat rumah tangga. Dalam survei tersebut, sebanyak 62,5 persen responden menyatakan pengeluaran rumah tangga mereka dalam setahun terakhir meningkat.

Di sisi lain, hanya 58 persen responden yang menilai penghasilan rumah tangga mereka membaik dalam setahun terakhir. Sementara 57 persen menyatakan kondisi keuangan keluarga mereka lebih baik.

“Data ini menunjukkan bahwa ada situasi ekonomi daya beli masyarakat yang sedang turun karena bisa jadi faktor penghasilan tidak meningkat tetapi harga kebutuhan pokok justru meningkat sehingga daya beli masyarakat relatif mengalami penurunan. Itu catatan di situasi ekonomi,” jelas Hanta.

Selain itu, kata Hanta, tekanan terhadap daya beli juga terlihat dari penilaian masyarakat mengenai harga kebutuhan pokok. Sebanyak 55,6 persen responden menyatakan harga kebutuhan pokok dalam satu bulan terakhir tidak terjangkau.

Bahkan, Hanta melanjutkan, persoalan harga kebutuhan pokok menjadi masalah paling utama yang dirasakan publik. Sebanyak 44,3 persen responden menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan paling pokok yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.