Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mempercepat perbaikan infrastruktur sumber daya air (SDA) yang rusak akibat bencana alam pada sejumlah daerah di Sumut.
"Kita berkolaborasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) II Sumatera guna melakukan perbaikan infrastruktur akibat bencana di beberapa lokasi di Sumut,” ujar Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumut Gibson Panjaitan dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menahan sedimen, kemudian mencegah banjir susulan, dan sekaligus mempercepat pemulihan kawasan pascabencana.
Salah satu lokasi mendapat penanganan, yakni Sungai Aek Sigala-gala, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Mulai dari hulu hingga hilir sungai, seperti di bagian hulu BBWS II Sumatera telah membangun sabo dam di Sungai Aek Sigala-gala guna menahan material sedimen dan mencegah terjadinya banjir susulan.
"Untuk hilir, kami melakukan penguatan tebing di beberapa titik banjir. Progres sudah teken kontrak, dan alat berat juga sudah di lapangan. Minggu ini sudah beroperasi agar cepat selesai,” katanya.
Baca juga: PTPP percepat pemulihan infrastruktur pascabencana Aceh dan Sumut
Baca juga: Gubernur Sumut: Percepat rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Tengah
Gibson mengaku, pihaknya tahun ini melaksanakan 16 kegiatan pascabencana terdiri atas sembilan kegiatan pembangunan telah menandatangani kontrak, dan tujuh kegiatan masih proses tender.
Adapun kegiatan pembangunan itu tersebar di tujuh daerah terdampak bencana, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Batu Bara, dan Mandailing Natal.
Sementara itu, perbaikan infrastruktur penanganan pascabencana ini menggunakan anggaran dana transfer ke daerah dilakukan pada sejumlah lokasi di Tapanuli Tengah.
"Perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan dengan anggaran Rp25 miliar, rehabilitasi saluran daerah irigasi Badiri Lopian Rp1,5 miliar, rehabilitasi saluran daerah irigasi Mombang Boru Rp18 miliar, serta perkuatan tebing Sungai Aek Badiri Rp30 miliar," jelasnya.
Selain itu, lanjut Gibson, dialokasikan anggaran untuk rehabilitasi tanggul Sungai Aek Sibundong sebesar Rp30 miliar, dan perbaikan tanggul Sungai Aek Pintu Bosi sebesar Rp23 miliar.
Kemudian, rehabilitasi tanggul Sungai Aek Siaili Tukka sebesar Rp20 miliar, serta perkuatan tebing Sungai Aek Sibuluan di Sungai Aek Sibuluan sebesar Rp50 miliar.
"Tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana, kami juga akan menambah jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian," tegasnya.
Baca juga: BNPB salurkan dana stimulan Rp31,2 miliar untuk warga Tapanuli Tengah
Baca juga: Kemenhut siapkan program pemulihan kebun kopi pascabencana di Aceh
Baca juga: Bappenas pastikan penyesuaian dana rehabilitasi pascabencana Sumut
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.