Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mendukung penggunaan listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT), dan mempermudah investasi sektor energi ramah lingkungan.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut Yosi Sukmono mengatakan, penggunaan listrik EBT di Sumut telah mencapai 46 persen pada 2025.
"Kita salah satu yang terbesar penggunaan listrik EBT, 46 persen. Itu termasuk pembangkit listrik air, uap, panas bumi, biomassa, dan lain-lain. Kita terus dorong penggunaan energi ramah lingkungan," kata Yosi dalam temu pers, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis.
Menurutnya, besaran persentase tersebut telah menjadikan Sumut sebagai salah satu provinsi dengan penggunaan listrik EBT terbesar di Indonesia.
Pemprov Sumut juga meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan, dan salah satu upaya yang dilakukan mempermudah masuknya investasi ke Sumut.
Langkah tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam mendorong pengembangan energi ramah lingkungan.
"Bukan hanya energi sebenarnya, kita terus berupaya mempermudah investasi, melakukan akselerasi agar investor lebih nyaman berinvestasi ke Sumut," ujar Yosi.
Kepala Bidang Hidrogeologi, Mineral dan Batu Bara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut Hasan Basri menambahkan, pembangkit listrik EBT di Sumut tersebar di berbagai daerah.
Pihaknya menyebutkan, Pemprov Sumut juga terus mengidentifikasi maupun mengembangkan potensi energi ramah lingkungan lainnya.
"Kita masih terus melihat potensi-potensi yang ada dan mencoba terus mengembangkannya energi ramah lingkungan," kata Hasan.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.