Sabtu, 12 September 2026 15:16 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulteng Ihsan Basir. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal di wilayah tersebut pada 2026.
"Yang menggembirakan, status desa tertinggal terus berkurang dan tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal di Sulawesi Tengah," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulteng Ihsan Basir di Palu, Sabtu.
Ia menjelaskan pencapaian tersebut didasarkan pada hasil pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data Indeks Desa Tahun 2026 yang dilakukan secara menyeluruh di 12 kabupaten, 170 kecamatan, serta 1.842 desa dengan tingkat pemutakhiran mencapai 100 persen.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data 2026, terjadi peningkatan status pada ratusan desa di Sulawesi Tengah. Jumlah Desa Mandiri mengalami kenaikan 66 desa, Desa Maju bertambah 87 desa, dan Desa Berkembang bertambah satu desa.
Di sisi lain, jumlah Desa Tertinggal di Sulteng tercatat terus menyusut menjadi 12 desa, berkurang dari tahun 2025 yang sebelumnya berjumlah 14 desa.
Sebagai perbandingan, pada 2025 Provinsi Sulteng tercatat memiliki 386 desa berstatus mandiri, 822 desa maju, 620 desa berkembang, dan 14 desa tertinggal.
Ihsan menyampaikan pemutakhiran data Indeks Desa ini mengacu pada surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor B-113/PDP.03.04/VII/2026 tertanggal 22 Juli 2026.
Ia menambahkan sejak 2025 Indeks Desa menerapkan kerangka kerja pengukuran yang lebih komprehensif, mencakup pemenuhan layanan dasar, kondisi sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, hingga tata kelola pemerintahan desa.
"Pemutakhiran data Indeks Desa ini penting untuk memastikan status dan perkembangan desa tergambar berdasarkan kondisi terbaru. Data ini menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah intervensi pembangunan yang lebih tepat sasaran," kata Ihsan.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026