Bagikan:
JAKARTA - Bank of England mempertahankan suku bunga kebijakan di level 3,75 persen pada Kamis. Inflasi memang mulai turun, tetapi bank sentral Inggris belum tenang karena harga energi masih berisiko mendorong inflasi naik lagi.
Anadolu Agency dikutip Kamis, 30 Juli, melaporkan, keputusan itu diambil Komite Kebijakan Moneter Bank of England lewat pemungutan suara 6 berbanding 3.
Mayoritas anggota memilih menahan suku bunga. Namun, tiga anggota lain mendukung kenaikan 25 basis poin menjadi 4 persen.
Basis poin adalah satuan kecil untuk membaca perubahan suku bunga. Kenaikan 25 basis poin sama dengan 0,25 persen.
Bank sentral Inggris menyebut inflasi konsumen tahunan turun menjadi 2,6 persen sejak rapat sebelumnya. Namun, inflasi diperkirakan dapat naik lagi pada akhir tahun ini.
Tekanan datang dari harga minyak mentah dan produk energi olahan yang masih tinggi. Jika biaya energi masuk lebih jauh ke perekonomian, harga barang dan jasa bisa ikut terdorong.
Bank of England menyebut harga energi masih bergejolak dan berada di atas level sebelum konflik. Perkembangan di Timur Tengah ikut membuat prospek pertumbuhan dan inflasi Inggris tidak mudah dibaca.
Meski begitu, komite melihat belum banyak bukti bahwa biaya energi yang lebih tinggi telah memicu kenaikan upah dan harga secara lebih luas.
Data terbaru juga masih menunjukkan disinflasi dasar. Disinflasi adalah kondisi ketika laju kenaikan harga melambat, meski harga barang dan jasa belum tentu turun.
Namun, Bank of England tetap berhati-hati. Komite menyebut risiko inflasi kini lebih condong ke atas dibandingkan proyeksi dalam Laporan Kebijakan Moneter Juli.
Bank sentral Inggris menegaskan siap bertindak jika diperlukan untuk mengembalikan inflasi secara berkelanjutan ke target 2 persen.
Inflasi tahunan Inggris turun menjadi 2,6 persen pada Juni 2026 dari 2,8 persen pada Mei. Penurunan itu lebih besar dari perkiraan pasar yang memperkirakan inflasi turun ke 2,7 persen.
Angka Juni juga menjadi inflasi terendah Inggris sejak Maret 2025.
Penurunan inflasi terutama ditopang melambatnya inflasi transportasi. Inflasi sektor itu turun menjadi 5,7 persen pada Juni, dari 6,8 persen pada Mei.
Kontribusi penurunan terbesar datang dari bahan bakar kendaraan, terutama diesel.
Anadolu mencatat keputusan suku bunga Bank of England berikutnya dijadwalkan pada 17 September.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+