Selasa, 14 Juli 2026 - 15:49 WIB
VIVA – Mantan penantang gelar UFC, Dustin Poirier, turut memberikan pandangannya mengenai kegagalan comeback Conor McGregor di UFC 329 yang berakhir tragis akibat cedera.
Baca Juga
Kekalahan McGregor dari Max Holloway memicu beragam spekulasi di kalangan penggemar MMA. Salah satu teori yang ramai dibicarakan menyebut petarung asal Irlandia itu sebenarnya sudah mengalami cedera sebelum memasuki oktagon.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam perbincangannya bersama analis tinju veteran Teddy Atlas di acara The Fight, Poirier mengaku memang melihat ada sesuatu yang janggal dari penampilan McGregor. Meski begitu, ia belum sepenuhnya percaya dengan berbagai teori konspirasi yang beredar.
Baca Juga
Photo :
McGregor menjalani laga comeback pertamanya setelah lima tahun absen. Masa vakumnya dimulai usai mengalami patah kaki dalam duel trilogi melawan Poirier pada 2021, pertarungan yang membuat Poirier unggul 2-1 atas McGregor dengan dua kemenangan KO.
Baca Juga
Saat menghadapi Max Holloway di UFC 329, McGregor sebenarnya sudah bukan favorit. Banyak pengamat memprediksi Holloway akan menang, bahkan unggul dalam bursa taruhan.
Selain faktor performa, citra Conor McGregor juga terus menurun akibat berbagai persoalan hukum yang menimpanya dalam beberapa tahun terakhir.
Di dalam pertarungan, McGregor diduga mengalami cedera lutut saat melepaskan tendangan pembuka. Meski sempat mencoba melanjutkan laga, kondisinya terus memburuk hingga wasit menghentikan pertandingan setelah 69 detik.
Situasi tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa McGregor sebenarnya sudah cedera sebelum bertarung dan sengaja menggunakan tendangan pembuka sebagai jalan keluar cepat agar tidak menerima banyak serangan.
Namun Poirier memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, persoalan utama Conor McGregor bukan sekadar kondisi fisik, melainkan perubahan motivasi setelah lima tahun jauh dari dunia kompetitif.
"Ketika Anda memiliki jaring pengaman berupa uang yang telah Anda hasilkan dan karier yang telah Anda jalani, pasti ada titik dalam lima tahun ini ketika dia merencanakan comeback ini di mana dia melihat ke cermin dan bertanya pada dirinya sendiri, 'Apa yang sebenarnya saya lakukan? Mengapa saya melakukan ini?'"
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Poirier meyakini McGregor sebenarnya telah mempertanyakan alasan dirinya kembali bertarung.
"Dia pria yang cerdas. Dia harus jujur pada dirinya sendiri di suatu titik dalam lima tahun terakhir, atau di suatu titik dalam kamp pelatihan ini, dan berkata, 'Apa yang sebenarnya saya lakukan?'"
Halaman Selanjutnya
Menurut Poirier, jawaban dari pertanyaan tersebut bukanlah karena kecintaannya pada pertarungan, melainkan ketergantungannya terhadap popularitas.