Jakarta (ANTARA) - Menjadi orang tua untuk pertama kalinya membawa banyak perubahan dalam kehidupan pasangan. Kurang tidur, bertambahnya tanggung jawab, dan kebutuhan bayi yang terus berubah dapat membuat orang tua mudah mengalami kelelahan secara fisik maupun emosional.
Penelitian menunjukkan kerja sama yang baik antara ayah dan ibu dapat membantu mengurangi risiko parental burnout atau kelelahan dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
Mengutip Psychology Today pada Selasa (6/10) waktu setempat, penelitian Jacopo Tracchegiani dan Nicola Carone yang diterbitkan dalam Journal of Reproductive and Infant Psychology melibatkan 434 orang tua yang baru pertama kali memiliki anak.
Baca juga: 7 kebiasaan orangtua yang bikin anak merasa dihargai
Penelitian tersebut melihat bagaimana orang tua bekerja sama dalam mengurus anak, termasuk cara berkomunikasi, berbagi tanggung jawab, serta saling mendukung dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
Hasilnya menunjukkan pasangan yang merasa lebih kompak dalam mengasuh anak cenderung mengalami tingkat parental burnout yang lebih rendah.
Parental burnout ditandai dengan kelelahan yang intens, menjaga jarak secara emosional dari anak, berkurangnya rasa puas dalam menjalankan peran sebagai orang tua, serta munculnya perasaan tidak mampu menjadi orang tua yang baik.
Baca juga: 7 cara mempersiapkan anak sambut kelahiran adik agar tidak cemburu
Peneliti mengatakan masa kehamilan hingga satu tahun setelah kelahiran merupakan periode yang perlu mendapat perhatian.
Pada masa tersebut, orang tua baru masih beradaptasi dengan perubahan peran sekaligus berusaha membagi waktu antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan pengasuhan anak.
Kerja sama pasangan dapat menjadi salah satu pelindung dari tekanan tersebut. Ketika orang tua saling mendukung, menghargai peran masing-masing, dan terbuka membicarakan kebutuhan dalam mengasuh anak, beban pengasuhan dapat terasa lebih ringan.
Baca juga: 5 tips positive parenting agar anak percaya diri
Penelitian itu juga menemukan perbedaan antara ibu dan ayah. Ibu melaporkan tingkat parental burnout yang lebih tinggi dibandingkan ayah.
Peneliti mengaitkan temuan tersebut dengan beban pengasuhan yang umumnya lebih besar ditanggung ibu, termasuk menyusui dan merawat bayi pada malam hari.
Di sisi lain, ayah yang mengambil peran sebagai pengasuh utama juga dapat mengalami tingkat burnout yang lebih tinggi.
Baca juga: Perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam pengasuhan anak
Temuan ini menunjukkan bahwa beban pengasuhan dan dukungan yang diterima pasangan dapat memengaruhi kondisi emosional kedua orang tua.
Kerja sama dalam mengasuh anak dapat diperkuat melalui komunikasi yang lebih baik dan pembagian tanggung jawab yang lebih jelas.
Bagi pasangan yang mengalami tekanan berat setelah kelahiran anak, dukungan profesional atau kelompok pendukung orang tua juga dapat membantu menghadapi beban tersebut.
Baca juga: Lima keterampilan psikologis yang perlu dipelajari anak sejak dini
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.