Jumat, 31 Juli 2026 - 13:31 WIB
VIVA – Tim-tim elite Eropa seperti Spanyol, Inggris hingga Prancis terancam absen pada Piala Dunia 2030. Hal ini beriringan dengan boikot UEFA terhadap program FIFA soal penjualan saham Piala Dunia.
Baca Juga
Presiden FIFA, Gianni Infantino, melayangkan proposal yang mencuri perhatian publik pada Selasa (28/7/2026) lalu. Mereka berencana menjual saham minoritas Piala Dunia kepada investor swasta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nilainya adalah sekitar 4,2 miliar dolar Amerika Serikat (Rp76 triliun). Rencana ini akan menambahkan pemasukan komersial FIFA.
Baca Juga
Lebih lanjut, upaya ini juga akan membuat setiap anggota FIFA, yang berjumlah 211 asosiasi, mendapatkan pemasukan 20 juta dolar AS (Rp361 miliar), sebagaimana klarifikasi pada Jumat (31/7/2026). Itu artinya PSSI juga akan mendapatkan bagian.
Namun, rencana FIFA diprotes keras oleh Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Ke-55 anggota UEFA menegaskan bahwa mereka berdiri sepihak dalam situasi ini, yaitu menolak rencana FIFA.
Baca Juga
Dalam pernyataannya, UEFA mengancam akan memboikot semua kompetisi FIFA jika rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) ini dilaksanakan. Itu berarti Piala Dunia terancam tanpa negara-negara elite sekaliber Spanyol, Portugal, Jerman, Belanda, Prancis hingga Inggris pada edisi berikutnya.
"UEFA dan asosiasi nasionalnya tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," kata UEFA dalam sebuah pernyataan.
UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah sesuatu yang bisa dijual. Kemudian, itu juga bukan hak FIFA untuk menjual Piala Dunia.
"Beberapa hal memang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Akan selalu begitu. Dan selama Eropa memiliki suara, Piala Dunia tidak akan pernah dijual," tambahnya.
Jika Piala Dunia tidak dihadiri oleh negara-negara tersebut, itu tentu merugikan bagi FIFA. Sebab, mereka merupakan daya tarik utama dalam perebutan gelar.
Terlebih, Spanyol merupakan juara bertahan usai memenangkan edisi tahun ini pada dua pekan lalu. Kemudian, Inggris dan Prancis juga merupakan semifinalis Piala Dunia 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih jauh lagi, Piala Dunia 2030 seharusnya digelar di ranah Eropa, pada utamanya. Spanyol dan Portugal merupakan tuan rumah gabungan bersama dengan Maroko, yang menjadi satu-satunya wakil Afrika.
Namun, turnamen ini juga akan digelar bersama dengan tiga negara Amerika Selatan. Argentina bersama Paraguay dan Uruguay menjadi penyelenggara gabungan untuk beberapa laga di awal Piala Dunia 2030 nanti. (rda)
VIVA.co.id
31 Juli 2026