Idham Nur Indrajaya
| 21 September 2026, 17:37 WIB

Skor kesehatan finansial anak muda turun dalam FFI 2026, meski kebiasaan menabung meningkat. Apa makna di baliknya? - Ilustrasi: Gemini Google
AKURAT.CO Upaya menyisihkan uang setiap bulan bisa memberikan rasa aman bagi seseorang. Namun, ketika kebutuhan sehari-hari, kewajiban pembayaran, dan rencana masa depan harus dipenuhi secara bersamaan, memiliki tabungan belum tentu berarti kondisi keuangan sudah sepenuhnya sehat.
Situasi tersebut tercermin dalam Financial Fitness Index (FFI) 2026 yang dirilis OCBC bersama NielsenIQ (NIQ). Studi ini mencatat penurunan skor financial fitness anak muda Indonesia, meskipun kebiasaan menabung masyarakat justru menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan hasil FFI 2026, skor financial fitness anak muda Indonesia turun dari 40,60 pada 2025 menjadi 39,64 pada 2026. Penurunan sebesar 0,96 poin ini terjadi ketika proporsi masyarakat yang rutin menyisihkan pendapatan untuk ditabung justru meningkat.
Data FFI 2026 menunjukkan bahwa kesehatan finansial tidak hanya berkaitan dengan seberapa konsisten seseorang menabung, tetapi juga dengan kemampuannya memenuhi kebutuhan, menghadapi ketidakpastian, dan mempersiapkan masa depan.
Temuan tersebut menjadi penting di tengah upaya masyarakat mengelola penghasilan untuk berbagai kebutuhan. Kebiasaan menyisihkan uang memang dapat menjadi fondasi pengelolaan keuangan, tetapi belum memberikan gambaran utuh mengenai kondisi finansial seseorang.
Berikut perbandingan sejumlah indikator FFI 2025 dan 2026:
Indikator | 2025 | 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
Skor financial fitness anak muda | 40,60 | 39,64 | Turun 0,96 poin |
Masyarakat yang rutin menabung | 89% | 92% | Naik 3 poin persentase |
Masyarakat dengan skor kesehatan finansial di atas rata-rata Indonesia | 28% | 29% | Naik 1 poin persentase |
Angka-angka tersebut memperlihatkan adanya perkembangan yang tidak seragam. Di satu sisi, kebiasaan menabung semakin banyak dilakukan. Di sisi lain, skor kesehatan finansial anak muda justru mengalami penurunan.
Namun, data ini tidak serta-merta membuktikan bahwa peningkatan kebiasaan menabung gagal memperbaiki kondisi finansial. Skor financial fitness mencakup aspek yang lebih luas daripada perilaku menyisihkan pendapatan.