Situasi pascagempa M 5,4 di Buol berangsur kondusif

calendar_today 13.07.2026 - person  - timer ~

Situasi pascagempa M 5,4 di Buol berangsur kondusif

Senin, 13 Juli 2026 13:49 WIB

Image Print

Kendaraan rusak tertimpa bangunan akibat gempa magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam. (ANTARA/HO-BPBD Sulteng)

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buol, Sulawesi Tengah mengatakan situasi pascagempa magnitudo 5,4 mengguncang kabupaten itu berangsur kondusif.

"Kondisi kondusif dan sebagian warga mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Kepala BPBD Buol Moh Kachfi Mardjuni melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Senin.

Ia meminta masyarakat tetap waspada namun tidak panik dan senantiasa mengedepankan mitigasi mandiri, sebagai upaya menghindari risiko membahayakan keselamatan jiwa bila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan, termasuk menyimpan harta benda ke tempat lebih aman.

Menurut laporan sementara BPBD setempat kebutuhan mendesak saat ini yakni tenda, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, terpal, termasuk biaya perbaikan rumah warga terdampak.

Data sementara dirilis BPBD setempat sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan setelah gempa dangkal tersebut mengguncang Buol pada Minggu (12/7) sekitar Pukul 21.46 Wita yakni Kantor Mall Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Buol, kemudian Kantor Inspektotat, rumah warga di Kelurahan Kali, maupun tempat usaha.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buol terus melakukan kaji cepat. Data yang disajikan sewaktu-waktu dapat berubah," ujarnya.

Ia menjelaskan gempa dengan kedalaman 10 kilometer sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan TRC dan Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) Kabupaten Tolitoli, Parigi Moutong dan Kota Palu, termasuk Pusdalops Provinsi Gorontalo, karena Buol berbatasan dengan provinsi tersebut.

"Kami juga meminta aparat kecamatan dan desa membantu proses pendataan dampak gempa di wilayah masing-masing," ucap Mardjuni.

Menurut analisa BMKG gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik geser (oblique-thrust).

Pusat gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 37 kilometer timur laut Buol, guncangan dirasakan pada skala intensitas IV MMI di wilayah Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026