Bagikan:
JAKARTA – Pemerintah Singapura mulai menyalurkan kredit Child LifeSG pada 14 Juli senilai 500 dolar Singapura untuk setiap anak warga negara Singapura berusia 12 tahun ke bawah. Dengan asumsi kurs Rp13.900 per dolar Singapura, nilainya sekitar Rp6,95 juta. Keluarga tidak perlu mengajukan permohonan karena kredit masuk secara otomatis.
The Straits Times dikutip Senin, 13 Juli, melaporkan, kredit digital tersebut dapat digunakan untuk membeli bahan makanan, membayar tagihan rumah tangga, dan membeli barang di apotek.
Anak yang lahir antara 2014 dan 2025 menerima kredit mulai 14 Juli. Sementara itu, anak yang lahir sepanjang 2026 akan mendapatkannya pada April 2027.
Program tersebut diumumkan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam Anggaran 2026 pada Februari. Kredit itu diberikan di luar tambahan Child LifeSG senilai sama yang telah disalurkan kepada lebih dari 450.000 anak pada 2025.
Wong mengatakan biaya membesarkan anak menjadi salah satu kekhawatiran terbesar pasangan muda. Pemerintah ingin menciptakan kondisi yang membuat mereka lebih percaya diri ketika memutuskan menikah dan membangun keluarga.
“Keputusan untuk menikah dan memiliki anak sangat pribadi. Namun, bagi mereka yang ingin mengambil langkah itu, pemerintah akan memberikan lebih banyak dukungan,” katanya.
Kredit masuk ke akun wali Child Development Account atau CDA berdasarkan data Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura per 1 Juni. CDA merupakan rekening khusus anak yang dikelola wali.
Kredit dapat digunakan melalui aplikasi layanan pemerintah LifeSG di toko fisik maupun daring yang menerima PayNow atau kode QR NETS, dua sistem pembayaran digital di Singapura.
Penerima akan mendapat pemberitahuan melalui SMS setelah kredit masuk ke dompet digital LifeSG.
Kementerian mengingatkan keluarga agar berhati-hati terhadap penipuan. Pesan resmi hanya berasal dari pengirim bernama “gov.sg”. Wali tidak akan diminta membalas SMS atau menyerahkan data pribadi.
Nomor telepon dalam profil Singpass juga harus dipastikan masih aktif. Singpass merupakan identitas digital untuk mengakses layanan pemerintah Singapura.
Di sektor prasekolah, batas pendapatan kotor bulanan rumah tangga untuk memperoleh subsidi tambahan penitipan bayi dan anak dinaikkan dari 12.000 dolar Singapura menjadi 15.000 dolar Singapura.
Batas pendapatan per kapita bagi rumah tangga dengan sedikitnya lima anggota keluarga juga naik dari 3.000 dolar Singapura menjadi 3.400 dolar Singapura.
Besaran bantuan pada kelompok pendapatan tertentu ikut bertambah. Keluarga dengan pendapatan kotor bulanan rumah tangga 8.000 dolar Singapura atau sekitar Rp111,2 juta dapat menerima subsidi tambahan maksimal 260 dolar Singapura per bulan untuk penitipan anak sehari penuh. Sebelumnya, bantuan tertingginya 190 dolar Singapura.
Batas pendapatan penerima bantuan biaya taman kanak-kanak juga dinaikkan. Skema tersebut berlaku bagi anak warga negara Singapura yang bersekolah di taman kanak-kanak milik operator utama atau Kementerian Pendidikan.
Wong memperkirakan perluasan subsidi prasekolah akan membantu lebih dari 60.000 keluarga.
Syarat Bantuan Biaya Penitipan Siswa turut dilonggarkan. Batas pendapatan kotor bulanan rumah tangga naik dari 4.500 dolar Singapura atau sekitar Rp62,55 juta menjadi 6.500 dolar Singapura. Batas pendapatan per kapita juga meningkat dari 1.125 dolar Singapura menjadi 1.625 dolar Singapura.
Sekitar 13.000 anak di pusat penitipan siswa yang terdaftar di Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, beserta keluarganya, diperkirakan memperoleh manfaat.
Penerima subsidi yang sudah terdaftar tidak perlu mengajukan ulang. Perubahan tersebut berlaku otomatis mulai Januari 2027.
Pemerintah Singapura juga meninjau sektor penitipan siswa untuk mencari cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar.
“Kami akan terus menjaga agar biaya prasekolah dan penitipan siswa tetap terjangkau untuk mendukung masa awal perkembangan anak,” kata Wong.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+