Kamis, 22 Oktober 2026 17:08 WIB
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemi Francis. (ANTARA/HO-BP Batam)
Batam (ANTARA) - Pada 14 Oktober 2026, Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) mengumumkan sejumlah inisiatif strategis dalam Singapore International Bunkering Conference (SIBCON) 2026.
Singapura tengah mempersiapkan masa depan industri maritim melalui pengembangan penyimpanan LNG terapung (Floating Storage Unit), penggunaan bahan bakar alternatif seperti amonia, biomethane dan ethanol, serta digitalisasi layanan pengisian bahan bakar kapal atau bunkering.
Pengumuman ini bukan sekadar perkembangan teknologi pelayaran. Ada strategi ekonomi yang jauh lebih besar: Singapura sedang memperkuat kemampuannya menguasai rantai nilai industri energi maritim masa depan.
Pada 2025, penjualan bahan bakar kapal di Singapura mencapai 56,77 juta ton, tertinggi sepanjang sejarahnya. Bahkan setelah mencapai skala bisnis sebesar itu, Singapura terus memperluas pasar, membangun infrastruktur baru, menyempurnakan regulasi, dan meningkatkan standar pelayanannya.
Bagi Batam, perkembangan tersebut seharusnya menjadi momentum untuk berpikir lebih besar.
Kita berada di kawasan strategis yang sama, berhadapan langsung dengan salah satu pusat maritim terpenting dunia. Batam memiliki perairan yang strategis, industri galangan kapal, kawasan industri, serta ekosistem logistik yang terus berkembang. Mengapa kita tidak mengambil bagian lebih besar dari aktivitas ekonomi tersebut?
Batam tidak harus menjadi Singapura kedua. Tetapi Batam juga tidak boleh puas hanya menjadi pelengkap Singapura.
Setidaknya terdapat dua strategi yang dapat berjalan bersamaan. Pertama, mengambil sebagian pangsa pasar maritim regional (market share capture) melalui layanan yang lebih kompetitif, efisien, dan andal. Kedua, membangun keunggulan pada ceruk pasar tertentu (niche market leadership) yang sesuai dengan karakteristik dan potensi Batam.
Peluangnya antara lain kegiatan ship-to-ship (pemindahan muatan antarkapal), layanan area labuh (anchorage), penyimpanan LNG terapung, pengisian bahan bakar kapal, hingga jasa pemeliharaan dan industri pendukung maritim. Berbagai kegiatan tersebut dapat menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari investasi, jasa logistik, kebutuhan tenaga kerja, hingga penerimaan kawasan.
Kita tidak perlu mengambil seluruh pasar Singapura. Bahkan merebut sebagian kecil aktivitas ekonomi regional yang demikian besar dapat memberikan dampak signifikan bagi Batam, sepanjang didukung skala usaha yang layak dan kemampuan bersaing.
Momentum ini semakin relevan ketika pemerintah pusat telah memperkuat kerangka penyelenggaraan kawasan melalui PP Nomor 25 Tahun 2025, yang kemudian disempurnakan melalui PP Nomor 23 Tahun 2026. Melalui PP Nomor 47 Tahun 2025, cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam juga diperluas dari delapan menjadi 22 pulau.
Ini merupakan kesempatan penting. Pemerintah pusat telah memberikan ruang pengembangan yang lebih besar. Kini tantangannya adalah bagaimana kita mengubah ruang tersebut menjadi investasi, industri baru, dan sumber pertumbuhan ekonomi yang nyata.
Tentu, potensi geografis tidak otomatis menjadi keunggulan kompetitif. Industri maritim internasional membutuhkan kepastian hukum, keselamatan pelayaran, infrastruktur yang andal, perlindungan lingkungan, dan standar layanan yang dipercaya pasar. Setiap peluang harus dikaji kelayakannya dan dipersiapkan melalui model bisnis serta perizinan yang jelas.
Karena itu, pendekatan investasi Batam perlu terus berkembang. Kita tidak cukup hanya mempromosikan potensi, tetapi harus aktif menciptakan peluang investasi melalui kajian pasar, penyiapan lokasi, pembangunan ekosistem, dan kemitraan dengan operator internasional.
Persaingan ekonomi bukan selalu tentang siapa yang paling besar, melainkan siapa yang paling mampu membaca perubahan dan bergerak memanfaatkan peluang.
Batam dapat menjadi mitra Singapura pada satu bidang, sekaligus menjadi pesaing yang kompetitif pada bidang lainnya. Kita perlu memiliki keberanian untuk memilih pasar yang dapat dimenangkan, kemudian membangun kemampuan untuk memenangkannya.
Singapura sedang menyiapkan masa depan maritimnya. Pemerintah Indonesia telah membuka ruang lebih besar bagi Batam. Kini saatnya kita bergerak, bukan sekadar menyaksikan pertumbuhan di depan mata, melainkan ikut merebut pangsa pasar dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Batam tidak cukup hanya berada di dekat pusat ekonomi dunia. Batam harus menjadi bagian penting dari ekonomi dunia itu sendiri.
Oleh Oleh Fary Djemy Francis Deputi Bidang Investasi BP Batam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.