Kami ingin menghadirkan akses layanan operasi katarak yang aman, berkualitas, dan dapat dijangkau
Surabaya (ANTARA) - Siloam Hospitals Surabaya menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi 86 pasien yang berasal dari wilayah setempat, sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas.
Direktur Siloam Hospitals Surabaya dr. Maria Magdalena Padmidewi mengatakan kegiatan yang bekerja sama dengan Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) serta Rotary Club itu bertujuan membantu masyarakat memperoleh layanan operasi katarak yang aman dan mudah dijangkau.
"Kami ingin menghadirkan akses layanan operasi katarak yang aman, berkualitas, dan dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan," kata Maria di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, program yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 itu diawali skrining katarak pada 27 Juni 2026 yang diikuti 273 warga untuk mengetahui kondisi penglihatan sekaligus menentukan kelayakan menjalani tindakan operasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, sebanyak 86 pasien memenuhi persyaratan dan indikasi medis sehingga berhak menjalani operasi katarak gratis dengan layanan komprehensif mulai dari skrining, pemeriksaan penunjang, tindakan operasi, hingga pemantauan pascaoperasi sesuai standar pelayanan medis.
Maria menambahkan, jika kolaborasi lintas organisasi diharapkan dapat membantu mengurangi gangguan penglihatan akibat katarak sekaligus memberi kesempatan bagi pasien untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
Sementara itu, perwakilan PUKAT Lie Leonardo Gunawan mengatakan sinergi organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan rumah sakit diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menjalani operasi katarak.
"Penglihatan yang kembali pulih bukan hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri, kemandirian, dan produktivitas para pasien," tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.