Sigi selesaikan pendataan huntara tahap II untuk korban gempa

calendar_today 11.07.2026 - person  - timer ~

Sigi selesaikan pendataan huntara tahap II untuk korban gempa

Sabtu, 11 Juli 2026 19:54 WIB

Image Print

Wakil Bupati Sigi sekaligus Komandan Satgas Tanggap Darurat Samuel Yansen Pongi saat menandatangani berita acara hasil finalisasi data rumah dan tempat ibadah rusak berat akibat gempa bumi di Nokilalaki dan Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/7/2026). ANTARA/HO-BPBD Sigi

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyelesaikan finalisasi pendataan kebutuhan hunian sementara (huntara) tahap kedua, bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.

Wakil Bupati Sigi sekaligus Komandan Satgas Tanggap Darurat Samuel Yansen Pongi mengatakan seluruh proses pendataan, verifikasi dan penetapan dilakukan secara terbuka dan transparan.

"Nantinya hasil ini akan dibuatkan surat keputusan (SK) oleh Bupati Sigi dan selanjutnya dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Samuel saat ditemui awak media di Dolo, Sabtu.

Ia mengemukakan tim asesmen terdiri dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat yang melakukan pendataan memiliki kapasitas dan kualifikasi dalam bidang tersebut berdasarkan fakta lapangan.

"Kami sampaikan kepada masyarakat apabila ada yang merasa rumahnya rusak berat tetapi hasil verifikasi tim asesmen itu rusak sedang, maka kami sampaikan jangan memaksakan diri karena ada dampak hukum dibalik kategori-kategori rusak tersebut," ucap Samuel.

Ia menuturkan untuk tahap kedua hanya memprioritaskan rumah dan tempat ibadah rusak berat di Nokilalaki dan Palolo.

"Pada prinsipnya seluruh tahapan sudah dilakukan. Sudah dilakukan uji publik, asesmen, kemudian uji publik kembali, kemudian direviu. Nah, saat reviu, ternyata dari Inspektorat mendapati ada sembilan nama yang tidak memenuhi syarat," katanya.

Samuel menyebutkan pembiayaan untuk pembangunan rumah ibadah sementara ini akan diakomodasi oleh BNPB.

Berdasarkan data final tahap kedua itu, total rumah yang dinyatakan rusak berat mencapai 249 unit terdiri dari 120 unit di Kecamatan Palolo dan 129 unit di Nokilalaki.

Untuk tempat ibadah yang mengalami kerusakan berat tercatat 20 unit meliputi 10 gereja di Kecamatan Palolo, serta delapan gereja, satu masjid, dan satu musala di Kecamatan Nokilalaki.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026