Sigi libatkan seluruh sektor atasi kemiskinan

calendar_today 13.07.2026 - person  - timer ~

Sigi libatkan seluruh sektor atasi kemiskinan

Senin, 13 Juli 2026 13:49 WIB

Image Print

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Rakor Penanggulangan Kemiskinan semester pertama di Desa Bora, Kabupaten Sigi, Sulteng, Senin (13/7/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), melibatkan seluruh sektor dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di daerah tersebut.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan penanganan lintas sektor sebab pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi fakir miskin dan masyarakat rentan.

"Jadi, penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah," kata Rizal saat membuka Rakor Penanggulangan Kemiskinan semester pertama di Desa Bora, Sigi, Senin.

Ia mengemukakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya penanggulangan kemiskinan di Sigi yang menunjukkan perkembangan positif.

"Berdasarkan data LP2KD Kabupaten Sigi, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 12,06 persen pada tahun 2024 menjadi 10,47 persen tahun 2025," ucapnya.

Selanjutnya angka kemiskinan ekstrem menurun dari 2,66 persen pada tahun 2024 menjadi 1,57 persen pada tahun 2025 atau mengalami penurunan sebesar 1,09 persen.

Ia menuturkan perlu adanya percepatan penurunan kemiskinan seperti memperbaiki kualitas data yakni pemutakhiran DTSEN dan verifikasi lapangan agar program menjadi tepat sasaran, serta memperkuat perlindungan sosial melalui jaminan kesehatan dan dukungan pendidikan bagi keluarga miskin.

"Harapannya berbagai program penanggulangan kemiskinan bisa berjalan efektif, berkelanjutan dan bermanfaat untuk masyarakat Sigi dengan bersinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan mitra pembangunan lainnya," ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan penanggulangan kemiskinan bergantung pada koordinasi dan kerja bersama.

"Pada intinya program pembangunan infrastruktur harus mendukung pusat ekonomi masyarakat, mengurangi kantong kemiskinan dan perumahan layak huni serta program pertanian harus meningkatkan pendapatan petani," kata dia.

Diketahui target anggaran program penanggulangan kemiskinan tahun 2026 mencapai Rp53 miliar.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026