Karena itu kami mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan melalui penguatan riset, teknologi, dan inovasi.
Surabaya (ANTARA) - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menegaskan mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dalam membangun ekosistem lingkungan yang berkelanjutan melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
"Karena itu kami mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan melalui penguatan riset, teknologi, dan inovasi," ujar Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar melalui keterangan yang diterima di Surabaya.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Program Pembangunan di Kota Surabaya, dalam rangkaian Festival Riset dan Inovasi yang digelar di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya pada, Sabtu.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg Bisukma Kurniawati MKes yang mewakili Pemerintah Kota Surabaya, bersama Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar.
Rizka mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara kawasan industri dengan pemerintah daerah, dalam menghadirkan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Menurutnya, SIER yang juga anggota Holding BUMN Danareksa melihat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya sebagai salah satu motor penggerak riset dan inovasi yang mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Surabaya.
Karena itu, SIER ingin mengambil peran aktif dalam mengintegrasikan pengembangan ekosistem lingkungan dengan riset dan teknologi.
Ia menjelaskan, ruang lingkup MoU tersebut sangat luas dan akan menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk kolaborasi antara SIER dengan perangkat daerah maupun institusi di bawah Pemerintah Kota Surabaya.
Sebagai tindak lanjut awal, SIER akan segera menggandeng BRIDA Kota Surabaya untuk menyusun program riset yang relevan dengan kebutuhan kawasan industri.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menjelaskan bahwa Festival Riset dan Inovasi merupakan salah satu dari dua agenda utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya, selain penyelenggaraan SIER Mangrove Eco Run.
Dalam rangkaian festival tersebut juga dilakukan penebaran benih ikan bandeng sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg Bisukma Kurniawati MKes, menegaskan bahwa Kebun Raya Mangrove bukan sekadar kawasan konservasi, melainkan laboratorium hidup yang menghubungkan berbagai aspek pembangunan.
Menurut Bisukma, riset dan inovasi telah menjadi sebuah keniscayaan dalam pembangunan masa depan. Karena itu, pembangunan industri dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.
Senada dengan itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Hendrian, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Kebun Raya Mangrove Surabaya yang kini menjadi salah satu kebun raya terbaik di Indonesia.
Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.