Jakarta -
Tak hanya unik dan lezat, makanan khas Karibia ini menyimpan sejarah tak terduga. Ada yang berasal dari singkong beracun hingga menjadi simbol kemerdekaan.
Kuliner Karibia dikenal dengan racikan bumbu dan bahan yang beragam. Namun, di balik kelezatannya, sejumlah makanan ternyata menyimpan sejarah yang tak terduga.
Ada makanan yang dibuat dari bahan beracun hingga hidangan yang berhubungan dengan masa perbudakan dan perjuangan kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah panjang kawasan Karibia memang ikut membentuk tradisi kulinernya, mulai dari pengaruh masyarakat asli, kolonialisme, hingga budaya Afrika. Kini, makanan tersebut tetap bertahan dan bahkan menjadi bagian penting dari kuliner di berbagai negara Karibia.
Dilansir dari Listverse (25/09/2026), berikut lima makanan Karibia dengan sejarah paling tak terduga:
1. Bammy dari Singkong yang Bisa Beracun
Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual
Bammy merupakan makanan khas Jamaika berbahan singkong yang memiliki sejarah panjang. Beberapa jenis singkong pahit mengandung senyawa sianogenik yang dapat melepaskan hidrogen sianida sehingga berbahaya jika tidak diolah dengan benar.
Masyarakat asli Karibia kemudian mengembangkan teknik khusus untuk membuatnya aman dikonsumsi. Singkong dikupas, diparut atau digiling, lalu diperas untuk membuang cairan beracun.
Pengetahuan tersebut sudah dikenal warga lokal Taíno yang mengolah singkong menjadi kue bernama cazabe. Teknik pengolahan ini kemudian bertahan hingga sekarang dalam bentuk bammy.
2. Soup Joumou yang Menjadi Simbol Kemerdekaan
Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual
Setiap 1 Januari, warga Haiti memiliki tradisi menikmati soup joumou. Sup berbahan labu giraumon ini biasanya dilengkapi sayuran, plantain, daging, pasta, dan aneka rempah. Namun, di balik tampilannya terdapat sejarah panjang yang berkaitan dengan perbudakan.
Menurut tradisi Haiti dan sejarah yang diakui UNESCO, hidangan ini berkaitan dengan masyarakat kolonial Prancis di Saint-Domingue dan tidak diperbolehkan untuk orang-orang yang diperbudak.
Setelah Haiti mendeklarasikan kemerdekaan pada 1 Januari 1804, soup joumou kemudian dinikmati sebagai simbol kebebasan, martabat, dan kemenangan atas kolonialisme.
3. Souse dari Bagian Babi yang Dulu Tak Diinginkan
Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual
Di Barbados, pudding and souse menjadi makanan yang identik dengan hari Sabtu. Souse secara tradisional dibuat menggunakan bagian babi seperti kaki, telinga, dan lidah. Daging tersebut kemudian dipadukan dengan mentimun, jeruk nipis, rempah, serta cabai.
Sejarah souse berkaitan dengan sistem perkebunan pada masa perbudakan. Orang-orang Afrika yang diperbudak mendapatkan bagian hewan yang dianggap tidak diinginkan oleh pemilik budak.
Dengan kemampuan memasak yang dimiliki, bagian tersebut dibumbui, diasamkan, dan diawetkan hingga menjadi makanan lezat. Kini, souse justru menjadi sajian yang banyak dicari di Barbados.
4. Saltfish Berawal dari Makanan Murah di Perkebunan
Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual
Ackee and saltfish kini dikenal sebagai hidangan nasional di Jamaika. Namun, sejarah saltfish atau ikan asin berkaitan erat dengan kehidupan di perkebunan pada masa perbudakan. Ikan cod dari Atlantik Utara diasinkan dan dikeringkan agar tahan lama selama perjalanan.
Daya tahannya membuat ikan tersebut dianggap ekonomis untuk dijadikan persediaan makanan bagi orang-orang yang diperbudak di perkebunan Karibia. Mereka kemudian memadukannya dengan bahan pangan lokal dan tradisi memasak Afrika.
Di Jamaika, saltfish akhirnya dipadukan dengan ackee hingga berubah dari makanan perkebunan yang murah menjadi hidangan nasional.
5. Jerk Berkaitan dengan Sejarah Maroon di Jamaika
Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual
Jerk merupakan salah satu olahan khas Jamaika yang terkenal dengan rasa pedas dan aromanya yang kuat. Namun, asal-usul teknik memasak ini cukup kompleks.
Sejarahnya disebut mendapat pengaruh dari pengetahuan warga Taíno serta tradisi memasak Afrika yang dibawa ke Jamaika.
Jerk juga erat dikaitkan dengan Maroon, kelompok orang Afrika yang melarikan diri dari perbudakan dan membangun komunitas independen di wilayah pegunungan Jamaika. Berburu serta mengawetkan daging membantu mereka bertahan hidup.
Pimento dan cabai Scotch bonnet kemudian ikut membentuk karakter hidangan dari jerk yang dikenal hingga sekarang.
Halaman 2 dari 2
(sob/adr)