Siapa Golongan Muda dalam Peristiwa Rengasdengklok? Ini Tokoh dan Perannya

calendar_today 13.08.2026 - person  - timer ~

AKURAT.CO Siapa golongan muda dalam Peristiwa Rengasdengklok menjadi pertanyaan penting untuk memahami proses menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Golongan muda merupakan kelompok pemuda yang mendesak agar kemerdekaan segera diproklamasikan setelah Jepang menyerah kepada Sekutu. Mereka memiliki pandangan bahwa kemerdekaan Indonesia harus dinyatakan atas kekuatan dan keputusan bangsa Indonesia sendiri, tanpa menunggu keputusan dari pemerintah Jepang.

Baca Juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Pengasingan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok

Apa yang Dimaksud Golongan Muda?

Golongan muda adalah kelompok pemuda yang aktif dalam perjuangan menjelang Proklamasi Kemerdekaan. Mereka memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan menginginkan agar Proklamasi dilakukan secepat mungkin.

Beberapa tokoh yang dikenal dalam kelompok ini antara lain Sukarni, Wikana, Chaerul Saleh, dan Sayuti Melik.

Sukarni

Sukarni merupakan salah satu tokoh pemuda yang aktif mendorong pelaksanaan Proklamasi. Ia terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok dan berbagai pembicaraan mengenai waktu pelaksanaan kemerdekaan.

Sukarni juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang mengusulkan agar teks Proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Wikana

Wikana merupakan tokoh pemuda yang berperan dalam menyampaikan desakan kepada Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Ia menjadi salah satu perwakilan pemuda yang terlibat dalam perdebatan mengenai waktu Proklamasi. Sikapnya mencerminkan keinginan golongan muda agar kemerdekaan segera diumumkan.

Chaerul Saleh

Chaerul Saleh termasuk tokoh pemuda yang aktif dalam gerakan menjelang Proklamasi. Ia memiliki pandangan bahwa kemerdekaan harus diperjuangkan dan diumumkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Bersama tokoh pemuda lainnya, ia terlibat dalam upaya mendorong Soekarno dan Hatta untuk segera mengambil keputusan mengenai Proklamasi.

Sayuti Melik

Sayuti Melik juga dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan golongan muda. Namanya terutama dikenal karena mengetik naskah Proklamasi setelah teks tersebut dirumuskan pada malam 16 Agustus 1945. Ia kemudian melakukan beberapa perubahan teknis pada naskah sebelum akhirnya digunakan dalam pembacaan Proklamasi.

Baca Juga: Jejak Kemerdekaan Indonesia: Dari Penjajahan, Rengasdengklok, hingga Proklamasi

Peran Golongan Muda dalam Rengasdengklok

Pada 16 Agustus 1945, sejumlah pemuda membawa Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Karawang. Tujuannya adalah menjauhkan kedua tokoh tersebut dari pengaruh Jepang sekaligus mendesak agar Proklamasi segera dilaksanakan. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang mengantarkan Indonesia menuju Proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Golongan muda memiliki peran penting dalam rangkaian peristiwa menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Tokoh seperti Sukarni, Wikana, Chaerul Saleh, dan Sayuti Melik turut mendorong agar kemerdekaan segera diumumkan. Desakan tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses menuju Proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Caesaria (Magang)