Jakarta - Festival La Tomatina kembali memeriahkan kota Buol, Spanyol pada Rabu (26/8/2026). Ribuan orang tumpah ke jalan dan seru-seruan saling melempar tomat matang.
Setiap tahunnya, festival La Tomatina berlangsung setiap Rabu terakhir pada bulan Agustus. Tradisi unik ini bermula dari perang makanan yang terjadi di Buñol pada 1945. Foto: REUTERS
Keseruan perang tomat berlangsung selama lebih dari satu jam. Sebelum festival dimulai, sejumlah bangunan di sekitar lokasi telah ditutup terpal agar terlindungi. Foto: REUTERS
Lebih dari 20.000 orang diperkirakan mengikuti festival La Tomatina tahun ini. Media lokal Spanyol, EFE, mencatat sekitar 40% peserta dalam tiga tahun terakhir merupakan turis asing. Foto: REUTERS
Turis dari luar Buñol harus membeli tiket seharga 15 euro (Rp 310 ribu). Aturan utamanya sederhana, tomat harus diremas terlebih dahulu sebelum dilempar agar tidak melukai peserta lain. Foto: REUTERS
Festival ini sempat dilarang pada era pemerintahan Francisco Franco pada 1950-an. La Tomatina kemudian semakin populer setelah mendapat sorotan televisi pada 1980-an. Foto: REUTERS
Hanya dalam waktu singkat, pakaian putih para peserta berubah menjadi merah dan merah muda. Jalanan Buñol juga dipenuhi bubur tomat sambil diiringi dengan alunan musik meriah. Foto: REUTERS
Perang tomat menjadi acara utama yang paling ditunggu. Namun selama sepekan, Buñol juga diramaikan pertunjukan musik, parade, kembang api, hingga kompetisi memasak paella. Foto: REUTERS
Truk-truk bermuatan tomat melaju perlahan di tengah kerumunan. Peserta di atas truk melemparkan tomat, kemudian dibalas oleh pengunjung yang memadati jalanan. Foto: REUTERS
Setelah puas perang tomat, dentuman meriam menjadi tanda berakhirnya La Tomatina. Para peserta langsung membilas tubuh, sementara jalanan dibersihkan dari sisa tomat. Foto: REUTERS