Seru-seruan Bareng di Museum Geologi Bandung

calendar_today 13.10.2026 - person  - timer ~

Bandung -

Museum Geologi menggelar acara seru, yaitu Day and Night at the Museum pada Minggu (3/10). Pengunjung diajak seru-seruan bareng di dalam museum.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap bulan pada minggu pertama. Pada edisi Oktober, Museum Geologi mengangkat tema Geo Festival melalui kolaborasi dengan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman berkunjung ke museum yang lebih menarik sekaligus menyampaikan informasi mengenai kebencanaan kepada masyarakat. Konsep acaranya dibuat beragam agar dapat dinikmati berbagai segmen pengunjung, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian kegiatan yang dihadirkan meliputi talkshow, kompetisi poster, pameran, edukasi, bazar, hingga pertunjukan malam. Salah satu kegiatan edukatif dalam rangkaian Geo Festival adalah edukasi tanggap bencana yang dipadukan dengan aktivitas mewarnai bagi anak-anak.

Materi yang disampaikan mencakup tanggap bencana secara umum, aktivitas vulkanik, dan kegempaan. Metode tersebut dipilih agar anak-anak dapat memahami materi kebencanaan melalui visual dan aktivitas yang menyenangkan.

"Jadi awalnya itu diberikan slideshow, terus kami bercerita mengenai tanggap bencana secara umum, lalu ada kegiatan aktivitas vulkanik dan juga kegempaan. Lalu dibarengin juga kita aktivitas mewarnai yang sudah ada desainnya itu berupa gunung api," ujar Ilona, person in charge Geofestival Museum Geologi x HAGI.

Edukasi tersebut dilatarbelakangi pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana yang berada di sekitar wilayah Bandung. HAGI ingin masyarakat lebih mengenal potensi bahaya seperti Sesar Lembang dan aktivitas vulkanik sehingga dapat lebih siap serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

"Dirasa kita punya urgensi untuk memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai adanya Sesar Lembang, lalu juga adanya aktivitas vulkanik yang akhir-akhir ini kejadian kan terhadap Gunung Anak Krakatau. Jadi kami berharap sih sebenarnya masyarakat di Bandung, teman-teman di Bandung itu sadar akan adanya bahaya-bahaya yang ada di sekitar dan juga aware," kata Ilona.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah anak yang mengikuti kegiatan edukasi dan mewarnai. Sekitar 109 hingga 110 anak ikut berpartisipasi dan menunjukkan respons yang aktif selama kegiatan berlangsung. Penggunaan visual dan bahasa yang mudah dipahami dinilai membantu anak-anak menangkap materi kebencanaan dengan lebih cepat.

"Iya kan? Kayak ketika mereka dikasih ilmunya gitu ya, dikasih materi dan juga dengan visual-visual yang mudah ditangkap, dengan bahasa yang mudah, kayaknya mereka akan cepat nangkepnya juga," tutur Ilona.

Selain edukasi, Day and Night at the Museum juga menjadi ruang bagi Museum Geologi untuk menghadirkan kegiatan yang lebih beragam bagi masyarakat. Torry selaku Humas Museum Geologi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan, sedangkan tema Geo Festival dipilih pada bulan Oktober melalui kerja sama dengan HAGI.

"Jadi kegiatan Night at the Museum ini event rutin yang dilakukan oleh Museum Geologi, satu bulan satu kali dilaksanakannya pada minggu pertama di setiap bulan. Kemudian untuk tema Geo Festival ini, karena kita berkolaborasi atau bekerja sama dengan HAGI," ujar Torry, Humas Museum Geologi Bandung.

Pelaksanaan kegiatan pada bulan Oktober mendapat respons positif dari masyarakat. Menurut Torry, tidak terdapat kendala berarti selama kegiatan berlangsung karena pengalaman dari pelaksanaan kegiatan rutin sebelumnya telah membantu panitia mengantisipasi berbagai persoalan. Antusiasme pengunjung juga terlihat dari respons masyarakat terhadap publikasi kegiatan dan jumlah pengunjung yang hadir.

"Jadi kalau untuk kendala tidak ada, karena ini kegiatan rutin yang kita lakukan. Jadi kendala-kendala yang sering kita hadapi atau yang kita lakukan biasanya sudah kita teratasi. Untuk saat ini atau khususnya di bulan Oktober ini tidak ada kendala. Kemudian untuk antusiasmenya sangat tinggi," ujar Torry.

Melalui Day and Night at the Museum, Museum Geologi berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh informasi kebencanaan yang faktual.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap museum, sehingga Museum Geologi dapat dipandang sebagai ruang edukasi dan rekreasi yang menarik bagi masyarakat.

"Dengan kegiatan seperti ini akan merubah mindset atau pola pikir dari masyarakat bahwa berkunjung ke Museum Geologi pada malam hari tidak menyeramkan dan tidak seburuk yang dipikirkan oleh masyarakat," kata Torry.